Tutup Celah Kebocoran PAD, Pemkab Lumajang Uji Coba Sistem E-MBLB Versi 3.0
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang mengambil langkah masif dalam mereformasi tata kelola keuangan daerah dengan memperketat pengawasan sektor pajak sekunder.
Melalui agenda Simulasi Implementasi E-Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (E-MBLB) Versi 3.0 yang digelar di Kantor Bupati Lumajang, Senin (4/5/2026), pemda berkomitmen menciptakan ekosistem Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang transparan dan minim celah manipulasi.
Modernisasi sistem perpajakan sektor pertambangan ini merupakan buah investasi teknologi hasil kolaborasi strategis antara Bank Jatim dan Greatsoft Solution Indonesia. Melalui platform terintegrasi ini, seluruh rantai administrasi pajak dikonsolidasikan ke dalam satu wadah digital bersistem keamanan berlapis.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyatakan bahwa migrasi ke sistem digital penuh merupakan urgensi mutlak. Hal ini mengingat besarnya potensi retribusi dari sektor galian yang selama ini memerlukan pengawasan ekstra ketat agar dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Digitalisasi ini bukan sekadar inovasi, tetapi kebutuhan untuk memastikan pengelolaan pajak berjalan transparan, akurat, dan dapat diawasi secara real-time,” terang bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut.
Untuk memastikan akurasi data dan mencegah kebocoran anggaran di lapangan, E-MBLB Versi 3.0 ini dipersenjatai dengan sejumlah fitur mutakhir, meliputi:
-
Validasi QR Code & Otomatisasi Tarif: Proses verifikasi dokumen angkutan kini menggunakan kode matriks respons cepat, diiringi kalkulasi otomatis untuk tonase muatan dan besaran tarif guna menghindari pemalsuan.
-
Rekening Khusus Wajib Pajak: Penerapan rekening penampung khusus bagi para pengusaha tambang. Kebijakan ini memaksa seluruh transaksi finansial terekam otomatis oleh sistem perbankan.
-
Perangkat POS di Titik Strategis: Pemasangan alat Point of Sale (POS) di jalur-jalur logistik utama guna memantau serta mencatat volume distribusi material secara langsung dari lapangan.
Bunda Indah optimistis, penetrasi teknologi teranyar ini tidak hanya akan mendongkrak grafik pendapatan daerah, melainkan juga memulihkan iklim investasi dan sentimen positif warga terhadap birokrasi.
“Dengan sistem yang transparan dan terintegrasi, kita optimistis penerimaan daerah dapat meningkat dan kepercayaan masyarakat semakin kuat,” pungkasnya. (may)
