PKK Lumajang Dorong Edukasi Praktis agar Program Pemberdayaan Berdampak bagi Keluarga
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Program pemberdayaan keluarga di Kabupaten Lumajang didorong agar tidak berhenti pada penyuluhan dan pelaksanaan kegiatan organisasi. Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diminta menyampaikan edukasi yang mudah dipahami, sesuai kebutuhan warga, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Penekanan tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu TP PKK Kabupaten Lumajang di Kantor Kepala Desa Kraton, Kecamatan Yosowilangun, Selasa (20/10/2026).
Menurut Dewi, keberhasilan program PKK tidak cukup dinilai dari jumlah kegiatan yang terlaksana. Hal yang lebih penting adalah perubahan positif yang muncul di lingkungan keluarga dan masyarakat setelah program dijalankan.
Ia menilai materi penyuluhan perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan potensi yang dimiliki warga. Pendekatan yang praktis diharapkan membantu masyarakat memahami informasi sekaligus menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari.
Edukasi Kader Harus Sesuai Kebutuhan Warga
Kader PKK memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga di lingkungan masing-masing. Kedekatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengenali persoalan yang dihadapi masyarakat, sehingga materi edukasi tidak hanya bersifat umum, tetapi juga relevan dengan kebutuhan setempat.
Penyampaian informasi yang sederhana dan aplikatif menjadi salah satu cara untuk mendorong keterlibatan warga. Pengetahuan yang diperoleh melalui penyuluhan diharapkan dapat berkembang menjadi kebiasaan positif yang berkelanjutan, bukan sekadar dipahami ketika kegiatan berlangsung.
Dewi juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam setiap program pemberdayaan. Keterlibatan warga diperlukan agar pelaksanaan kegiatan tidak sepenuhnya bergantung pada kader, melainkan tumbuh menjadi gerakan bersama di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, program PKK diharapkan dapat memperkuat kemampuan keluarga dalam mengenali persoalan, memanfaatkan potensi yang tersedia, dan menerapkan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Prinsip 3K Perkuat Koordinasi Antar-Kader
Selain pendekatan edukasi, Dewi mendorong seluruh kader menerapkan prinsip 3K, yaitu kekompakan, koordinasi, dan kerja sama. Ketiga prinsip ini menjadi landasan bagi setiap kelompok kerja (Pokja) untuk menyelaraskan program dan saling mendukung dalam pelaksanaannya.
Koordinasi yang baik diperlukan agar kegiatan antarpokja tidak berjalan sendiri-sendiri. Keterpaduan program juga membantu organisasi memanfaatkan sumber daya dan potensi yang tersedia secara lebih optimal.
Di sisi lain, tata kelola organisasi tetap perlu diperkuat melalui administrasi yang tertib, transparansi, dan evaluasi berkala. Evaluasi dapat digunakan untuk mengidentifikasi hambatan, memantau perkembangan kegiatan, serta menentukan perbaikan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Melalui kegiatan Monev Terpadu di Kecamatan Yosowilangun, TP PKK Kabupaten Lumajang mendorong pelaksanaan program yang lebih relevan dan berorientasi pada manfaat. Edukasi yang aplikatif, partisipasi masyarakat, serta kerja sama kader diharapkan menjadi fondasi untuk memperkuat kemandirian keluarga dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di tingkat desa maupun kelurahan. (may)
