Penduduk Miskin Lumajang Turun 2.780 Orang, Ini Data Terbaru BPS

0
Penduduk Miskin Lumajang Turun 2.780 Orang, Ini Data Terbaru BPS

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lumajang berkurang sekitar 2.780 orang dalam setahun, dari 90.640 orang pada Maret 2025 menjadi 87.860 orang pada Maret 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang juga mencatat persentase penduduk miskin turun dari 8,60 persen menjadi 8,33 persen. Meski menunjukkan perkembangan positif, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan untuk memperluas akses layanan dasar dan kesempatan ekonomi bagi kelompok rentan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyebut penurunan tersebut sebagai dorongan untuk memperkuat pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Ia menegaskan bahwa warga yang masih membutuhkan dukungan tetap menjadi perhatian dalam peningkatan pelayanan pemerintah.

Dalam satu dekade terakhir, persentase penduduk miskin di Lumajang turun dari 11,22 persen pada 2016 menjadi 8,33 persen pada Maret 2026. Jumlah penduduk miskin pada periode yang sama berkurang sekitar 28.050 orang, dari 115.910 menjadi 87.860 orang.

Pertumbuhan Ekonomi Belum Cukup, Pemerataan Tetap Penting

Di sisi ekonomi, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Lumajang mencapai 5,35 persen pada 2025, meningkat dibandingkan 4,52 persen pada 2024. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penopang utama dengan kontribusi 31,98 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) pada 2025.

Namun, pertumbuhan ekonomi tidak otomatis berarti seluruh kelompok masyarakat menikmati peningkatan kesejahteraan dalam tingkat yang sama. Akses terhadap pekerjaan, layanan kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, dan program pemberdayaan tetap diperlukan agar kelompok rentan memiliki peluang memperbaiki kondisi ekonominya.

Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menekankan pentingnya pelayanan yang dekat dengan masyarakat serta kolaborasi untuk memperluas kesempatan warga. Pemerintah daerah, menurutnya, perlu mendengar kebutuhan masyarakat dan menindaklanjutinya melalui langkah yang sesuai.

SETORMADU Dekatkan Layanan kepada Masyarakat

Salah satu upaya mendekatkan pelayanan ialah program Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (SETORMADU). Melalui program ini, pelayanan pemerintah dibawa lebih dekat ke wilayah kecamatan agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan dan menyampaikan kebutuhan.

Dalam pelaksanaan SETORMADU di Kecamatan Gucialit dan Senduro pada 5–6 Agustus 2025, layanan SIAP SAJI memfasilitasi penerbitan 102 Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis. Legalitas usaha tersebut dapat menjadi langkah awal bagi pelaku usaha untuk memenuhi persyaratan administrasi dan mengakses layanan usaha yang relevan.

Meski demikian, keberhasilan pengentasan kemiskinan perlu dinilai lebih luas daripada jumlah layanan administratif yang diberikan. Tindak lanjut kebutuhan warga, akses terhadap program pemberdayaan, dan perubahan kondisi ekonomi masyarakat juga perlu diperhatikan.

Garis Kemiskinan Naik, Kedalaman Kemiskinan Menurun

BPS mencatat garis kemiskinan Lumajang pada Maret 2026 mencapai Rp458.716 per kapita per bulan, naik 9,18 persen dibandingkan Rp420.165 pada Maret 2025. Sementara itu, indeks kedalaman kemiskinan turun dari 0,68 menjadi 0,62, sedangkan indeks keparahan kemiskinan tetap sebesar 0,08.

Kenaikan garis kemiskinan menunjukkan perubahan nilai batas pengeluaran yang digunakan untuk mengidentifikasi penduduk miskin, sehingga perlu dibaca bersama indikator lainnya. Penurunan jumlah penduduk miskin merupakan perkembangan positif, tetapi upaya peningkatan kesejahteraan tetap membutuhkan pemerataan akses layanan, kesempatan ekonomi, dan perhatian berkelanjutan bagi masyarakat yang masih rentan. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *