Lumajang Makin Setara: Ketimpangan Gender Terus Menurun dalam 5 Tahun Terakhir
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Kabupaten Lumajang mencatatkan kemajuan signifikan dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender. Berdasarkan rilis terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang, angka ketimpangan gender di wilayah tersebut menunjukkan tren penurunan yang konsisten dalam lima tahun terakhir.
“Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kabupaten Lumajang 2025 sebesar 0,221, turun 0,010 poin dibandingkan tahun sebelumnya,” tulis BPS dalam rilisnya. Penurunan ini mengindikasikan bahwa ketimpangan antara laki-laki dan perempuan di Lumajang semakin mengecil, yang mencerminkan perbaikan akses dan partisipasi dalam berbagai aspek pembangunan.
Perbaikan di Berbagai Dimensi
Capaian positif ini didorong oleh perkembangan indikator pada dimensi-dimensi penyusunnya. “Menurunnya ketimpangan gender dipengaruhi oleh perbaikan pada semua dimensi penyusunnya,” tulis BPS dalam rilisnya. Dimensi tersebut meliputi kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan pasar tenaga kerja.
Pada dimensi kesehatan reproduksi, Lumajang mencatatkan hasil yang sangat baik dalam hal fasilitas persalinan. “Pada 2025, MTF mencapai 0,000, tidak mengalami perubahan dibandingkan 2024, artinya seratus persen perempuan yang melahirkan pada tahun 2025 di fasilitas kesehatan,” tulis BPS dalam rilisnya. Selain itu, proporsi perempuan yang melahirkan anak pertama di usia kurang dari 20 tahun (MHPK20) juga mengalami penurunan sebesar 0,030 poin menjadi 0,350.
Keterwakilan Perempuan di Legislatif Meningkat
Sektor pemberdayaan politik juga memberikan kontribusi penting terhadap perbaikan IKG. “Pada 2025, jumlah anggota parlemen perempuan meningkat sebesar 2 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 30,00 persen,” tulis BPS dalam rilisnya. Kondisi ini menyiratkan bahwa peran perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat daerah kini menjadi lebih setara dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Namun, di sisi pendidikan, terdapat dinamika yang berbeda. “Persentase penduduk laki-laki usia 25 tahun ke atas yang berpendidikan SMA ke atas sebesar 23,90 persen, sedangkan perempuan sebesar 17,72 persen,” tulis BPS dalam rilisnya.
Tantangan di Pasar Tenaga Kerja
Meskipun secara umum membaik, dimensi pasar tenaga kerja masih menunjukkan adanya dominasi gender tertentu. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan tercatat sebesar 52,95 persen pada tahun 2025. “Masih rendahnya TPAK perempuan di Lumajang menunjukkan lapangan pekerjaan yang tersedia masih di dominasi oleh laki-laki,” tulis BPS dalam rilisnya.
Secara regional, capaian IKG Lumajang ini termasuk yang kompetitif di Jawa Timur. “Capaian IKGnya lebih baik dibandingkan capaian provinsi yang mencapai 0,329 pada tahun 2025,” tulis BPS dalam rilisnya. Dengan tren penurunan rata-rata sebesar 0,065 poin per tahun sejak 2022, Pemerintah Kabupaten Lumajang diharapkan dapat terus menjaga momentum perbaikan kesetaraan gender ini di masa depan. (may)
