Lewat Pendekatan Humanis, Tim Kesehatan Kedungjajang Sukses Edukasi Warga Wonorejo yang Tolak Imunisasi

0
Lewat Pendekatan Humanis, Tim Kesehatan Kedungjajang Sukses Edukasi Warga Wonorejo yang Tolak Imunisasi

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Membangun pemahaman dan kepercayaan publik terbukti menjadi strategi krusial dalam menyukseskan program pemenuhan hak kesehatan anak. Melalui pendekatan dialogis dan persuasif, tim kesehatan bersama lintas sektor di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, berhasil meyakinkan satu keluarga yang sebelumnya menolak pemberian imunisasi bagi buah hatinya, Kamis (16/7/2026).

Setelah diberikan ruang diskusi untuk menyampaikan kekhawatiran mereka dan menerima penjelasan medis yang valid, keluarga tersebut akhirnya bersedia membawa anaknya guna mendapatkan imunisasi kejar Oral Polio Vaccine (OPV) 1 dan Campak Rutin.

Aksi jemput bola ke rumah warga (door to door) ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Kedungjajang dr. Zahrotul Ilmiyah. Langkah kolaboratif tersebut turut didampingi oleh Bidan Desa Wonorejo Inna Ari Mustoifah, Bhabinkamtibmas Desa Wonorejo Bambang Suwarsono, serta Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) Maryamatus Zahroh.

Kepala Puskesmas Kedungjajang, dr. Zahrotul Ilmiyah, memaparkan bahwa model komunikasi humanis sangat krusial dalam mengurai keraguan masyarakat terhadap keamanan vaksinasi demi masa depan tumbuh kembang anak.

“Edukasi dan komunikasi yang baik kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesadaran akan manfaat imunisasi. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan tidak ada lagi anak yang kehilangan haknya untuk mendapatkan perlindungan kesehatan,” urai dr. Zahrotul Ilmiyah.

Aksi persuasif ini merupakan bagian dari optimalisasi fungsi layanan kesehatan primer yang diintegrasikan melalui program Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Desa Wonorejo. Selain memasifkan cakupan imunisasi, posyandu model baru ini juga fokus pada tindakan promotif dan preventif berkala mulai dari klaster balita, ibu hamil, kelompok usia produktif, hingga masyarakat lanjut usia (lansia). (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *