Kejar Target Seminggu, 825 Dusun di Lumajang Bakal Dipasangi CCTV Lewat Dana Desa Rp50 Juta
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang mengambil langkah agresif untuk memperketat keamanan di tingkat akar rumput dengan memanfaatkan teknologi modern.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menginstruksikan jajarannya untuk mengejar target pemasangan kamera pengawas (CCTV) di seluruh wilayah dusun dalam kurun waktu satu minggu ke depan.
Untuk memuluskan megaproyek keamanan berbasis digital ini, pemerintah daerah langsung mengambil kebijakan taktis dengan mempercepat pencairan anggaran di tingkat terbawah. Langkah ini dinilai krusial agar masyarakat bisa segera menikmati lingkungan yang ramah, aman, dan bebas dari tindak kriminalitas.
Kebijakan tegas tersebut disampaikan oleh bupati yang akrab disapa Bunda Indah saat memberikan pengarahan mendalam di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (8/5/2026) malam.
“Saya minta minggu depan seluruh dusun sudah terpasang CCTV. Tadi juga saya perintahkan agar pencairan dana dusun dipercepat,” tegas Bunda Indah di hadapan para jajaran.
Sebagai informasi, Kabupaten Lumajang memiliki bentang wilayah yang cukup luas dengan rincian intervensi teknologi sebagai berikut:
-
Total Dusun Target: 825 Dusun
-
Cakupan Wilayah: 198 Desa dan 21 Kecamatan
-
Suntikan Stimulus Keuangan: Rp50.000.000 per dusun (bersumber dari alokasi dana dusun khusus prioritas keamanan).
Bupati perempuan ini menjelaskan bahwa penempatan kamera pengintai ini bukan sekadar pamer fasilitas atau modernisasi formalitas. Kamera-kamera ini nantinya akan berfungsi sebagai mata digital yang bekerja 24 jam penuh untuk membantu aparat penegak hukum dan warga mendeteksi secara dini potensi gangguan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Keamanan masyarakat harus dibangun dengan langkah yang nyata dan terukur. Kehadiran CCTV diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan membuat masyarakat merasa lebih terlindungi,” imbuhnya.
Menyadari tantangan geografis Lumajang yang bervariasi, pemerintah kabupaten menjamin tidak akan melepas tangan begitu saja kepada pihak desa setelah dana cair. Pemkab Lumajang telah menyiapkan tim teknis khusus untuk mengawal persoalan infrastruktur digital di lapangan, seperti kendala blank spot, kualitas perangkat keras, hingga kestabilan jaringan internet (Wi-Fi).
“Apabila ada kendala terkait wifi maupun jaringan lainnya, pemerintah kabupaten akan melakukan pengawalan dan pendampingan agar pemasangan dapat berjalan optimal,” pungkas Bunda Indah.
Melalui integrasi massal ini, sistem pos kamling tradisional di Lumajang kini resmi naik kelas dengan memadukan kesiapsiagaan warga dan akurasi teknologi visual. Skema ini diharapkan mampu menciptakan efek jera bagi pelaku kejahatan sekaligus menghadirkan kenyamanan tempat tinggal yang berkelanjutan bagi seluruh warga. (may)
