Imbas Gangguan Pembangkit, 14 Kecamatan di Lumajang Kena Pemadaman Bergilir 3 Jam

0
Cara Lapor Listrik Mati di PLN Lumajang

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Krisis pasokan energi listrik yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Lumajang belum sepenuhnya mereda. PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lumajang terpaksa masih memberlakukan kebijakan pemadaman bergilir yang berdampak pada 14 kecamatan akibat adanya gangguan pada sistem pembangkit utama.

Kebijakan pembatasan suplai yang sudah berlangsung sejak 9 Juni 2026 ini diambil sebagai langkah darurat untuk menyeimbangkan beban kelistrikan. PLN saat ini tengah mengebut proses pemulihan dan pemeliharaan sistem agar distribusi daya ke rumah tangga maupun sektor usaha bisa kembali normal.

Manager PLN UP3 Lumajang, Drian Friska, menjelaskan bahwa durasi pemadaman diatur secara bergantian dengan estimasi waktu rata-rata sekitar tiga jam per wilayah. Guna menekan dampak kerugian pelanggan, PLN berupaya mematangkan skema manuver jaringan dengan mengoptimalkan pasokan interkoneksi dari pembangkit listrik daerah lain.

“Yang terdampak lebih kurang 11 kecamatan dan tiga kecamatan lainnya sebagian wilayah terdampak. Kondisi akan kami update secara berkala. PLN berusaha melakukan pemulihan secepat mungkin,” terang Drian Friska, Jumat malam (19/6/2026).

Daftar 14 Kecamatan Terdampak Pemadaman

Berdasarkan data teknis pemetaan area terdampak dari PLN UP3 Lumajang, berikut adalah rincian wilayah kecamatan yang mengalami pemadaman listrik berkala:

  • Terdampak Menyeluruh (11 Kecamatan): Kecamatan Padang, Gucialit, Senduro, Pasrujambe, Tekung, Yosowilangun, Rowokangkung, Candipuro, Pronojiwo, Tempursari, dan Pasirian.

  • Terdampak Sebagian Wilayah (3 Kecamatan): Kecamatan Ranuyoso, Klakah, dan Randuagung.

Desakan Transparansi Jadwal dari Pelanggan

Lama dan tidak pastinya informasi waktu pemadaman mulai menuai keluhan dari warga. Mengingat listrik telah menjadi urat nadi harian, tidak adanya rilis jadwal resmi yang tersebar awal membuat pelaku usaha mikro, kegiatan belajar anak, hingga penyimpanan logistik bahan makanan di kulkas menjadi terganggu.

Abdul Rohman, salah seorang warga Kecamatan Pasirian, mengeluhkan pemadaman yang kerap terjadi tiba-tiba pada malam hari. Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai jam pemadaman sangat krusial agar warga bisa melakukan persiapan matang secara mandiri.

“Aktivitas keluarga sempat terganggu ketika pemadaman terjadi pada malam hari. Informasi yang lebih awal dan lebih pasti akan membantu masyarakat mengatur kebutuhan rumah tangga,” ungkap Abdul Rohman.

Merespons hal tersebut, PLN berkomitmen untuk terus membuka jalur komunikasi publik secara berkala melalui saluran siber dan media sosial resmi. Manajemen berjanji akan mengalirkan informasi pembaruan data secara transparan guna menjaga kepercayaan pelanggan (public trust) sekaligus mempercepat normalisasi gardu agar roda ekonomi dan pelayanan publik di Lumajang kembali pulih total. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *