Baznas Lumajang Gelar Skrining Pendengaran Gratis, Mas Yudha Tekan Pentingnya Deteksi Dini
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lumajang mengambil langkah nyata dalam memperkuat derajat kesehatan masyarakat melalui program preventif. Langkah ini diwujudkan lewat agenda Bhakti Sosial Layanan Kesehatan Skrining Pendengaran dan Bersih-Bersih Telinga gratis yang dipusatkan di Kantor Baznas Lumajang, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan kemanusiaan ini diselenggarakan untuk memberikan akses pemeriksaan fungsional indra pendengaran bagi warga prasejahtera, sekaligus mengampanyekan pentingnya menjaga kebersihan telinga. Upaya ini dinilai krusial guna menekan angka gangguan pendengaran permanen akibat faktor infeksi maupun minimnya edukasi dini.
Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, hadir langsung untuk meninjau jalannya pemeriksaan. Pria yang akrab disapa Mas Yudha tersebut mengapresiasi inovasi program Baznas Lumajang yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan konsumtif, melainkan mulai menyentuh pemenuhan layanan kesehatan dasar berbasis pencegahan (preventive medicine).
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga memperoleh pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan pendengaran sejak dini,” ujar Mas Yudha di sela-sela peninjauan.
Pentingnya Deteksi Dini Kualitas THT
Mas Yudha menerangkan bahwa fungsi pendengaran yang optimal memiliki korelasi linier terhadap produktivitas kerja harian, kemampuan berkomunikasi, hingga ketahanan mental seseorang dalam berinteraksi sosial. Sayangnya, sebagian besar masyarakat baru mendatangi fasilitas kesehatan ketika keluhan telinga sudah berada pada fase infeksi kronis atau penurunan fungsi dengar.
Oleh karena itu, pemeriksaan awal (early screening) menjadi instrumen vital dalam dunia medis. Jika petugas mendeteksi adanya sumbatan kotoran (serumen) atau indikasi penurunan daya dengar pada warga sejak dini, langkah penanganan medis yang tepat bisa segera diberikan sebelum memicu komplikasi permanen.
“Kesehatan yang baik dibangun dari kebiasaan menjaga dan memperhatikan kondisi tubuh sejak awal. Karena itu, edukasi kesehatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” imbuhnya.
Edukasi Perawatan Telinga yang Benar
Selain mendapatkan tindakan pembersihan telinga gratis menggunakan peralatan medis yang higienis, para penziarah baksos juga dibekali edukasi mengenai tata cara merawat organ THT dalam kehidupan sehari-hari. Warga diimbau untuk menghindari kebiasaan mengorek telinga menggunakan benda tajam atau cotton bud secara berlebihan yang justru berisiko mendorong kotoran semakin masuk ke dalam.
Melalui baksos edukatif ini, Baznas Lumajang berharap pola pikir (mindset) masyarakat dapat bergeser dari mengobati menjadi mencegah. Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen akan terus menyokong gerakan kesehatan integratif berbasis lembaga sosial keagamaan ini agar tercipta masyarakat Lumajang yang sehat secara merata, tangguh, dan berkualitas tinggi. (may)
