Hadiri Muscab Ke-1 HMI Lumajang, Bupati: Saya Tidak Anti-Kritik, Tapi Anti-Hoaks!

0
Hadiri Muscab Ke-1 HMI Lumajang, Bupati: Saya Tidak Anti-Kritik, Tapi Anti-Hoaks!

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang menantang para kader hijau-hitam untuk mengambil peran sentral dalam mengawal setiap kebijakan pembangunan daerah. Mahasiswa dituntut untuk terus mengasah nalar kritis yang berbasis pada keaslian data, sekaligus menjadi benteng terdepan dalam memerangi penyebaran berita bohong (hoaks) di ruang siber.

Ajakan strategis tersebut ditekankan oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat menghadiri pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-1 HMI Cabang Persiapan Lumajang. Agenda regenerasi kepemimpinan perdana ini dihelat secara khidmat di Aula Panti PKK Lumajang, Sabtu (20/6/2026).

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah ini melayangkan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Muscab tersebut. Forum tertinggi di tingkat cabang ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perebutan kursi ketua, melainkan harus mampu menelurkan draf rekomendasi organisasi yang selaras dengan problematika sosial warga Lumajang.

“Mari kita bergandengan tangan untuk mengawal semua program pemerintah. Saya tidak anti kritik, tapi saya anti hoaks. Karena itu, mahasiswa HMI harus ikut mengambil peran bersama demi kemajuan Lumajang,” tegas Bunda Indah dalam pidato sambutannya.

Kritik Konstruktif Berbasis Data

Bunda Indah menggarisbawahi bahwa dinamika berorganisasi di kampus merupakan laboratorium terbaik bagi mahasiswa untuk mematangkan karakter kepemimpinan, kepekaan sosial, dan seni menyelesaikan konflik (problem solving). Oleh sebab itu, Pemkab Lumajang memosisikan HMI sebagai mitra intelektual yang merdeka.

Pemerintah daerah menjamin tidak akan menutup mata atau bersikap represif terhadap gelombang kritik dari kalangan aktivis. Namun, dewasanya iklim demokrasi menuntut agar setiap koreksi yang dilayangkan kepada eksekutif wajib disertai dengan juknis solusi yang rasional serta bersandar pada akurasi data di lapangan, bukan sekadar opini siber yang liar.

“Kalau itu untuk kepentingan masyarakat, kami siap dikritik. Kami juga siap bergandengan tangan dengan HMI untuk bersama-sama membangun Lumajang,” imbuhnya.

Menjaga Soliditas dan Kedewasaan Politik Organisasi

Melihat munculnya beberapa figur kandidat yang siap bertarung dalam bursa pemilihan Ketua Umum HMI Lumajang, bupati berpesan agar dinamika kontestasi disikapi secara matang. Prinsip musyawarah mufakat harus dijunjung tinggi demi menjaga soliditas internal organisasi pasca-Muscab selesai.

Pemkab Lumajang berharap eksistensi HMI pasca-muscab ini mampu bertransformasi menjadi kekuatan moral (moral force) yang independen. Kader HMI diharapkan aktif turun ke desa-desa untuk memperkuat literasi publik, meluruskan disinformasi, serta memastikan roda pembangunan daerah tetap berjalan on the track demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat di bawah kaki Gunung Semeru. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *