Berbasis Pesantren, Bupati Lumajang Launching Gerakan Sosial Berkat Bersama Kawan Tercinta
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Iklim gotong royong dan penguatan jaring pengaman sosial di Kabupaten Lumajang terus mendapat suntikan energi baru. Upaya pemenuhan kesejahteraan sosial kini tidak lagi hanya bertumpu pada serapan anggaran pemerintah, melainkan mulai bergerak masif melalui inisiatif kolaboratif berbasis komunitas pondok pesantren.
Langkah nyata tersebut ditandai dengan peluncuran (launching) program sosial bertajuk “Berkat Bersama Kawan Tercinta” yang diinisiasi oleh Pondok Pesantren Al Fauzan, Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, Minggu (21/6/2026). Gerakan kepedulian ini didesain khusus untuk menggalang solidaritas guna menyantuni anak-anak yatim serta menyalurkan bantuan logistik bagi warga kurang mampu secara terorganisasi.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, hadir langsung untuk meresmikan program tersebut di sela-sela rangkaian agenda Tasyakuran dan Hataman Ponpes Al Fauzan. Bupati yang akrab disapa Bunda Indah ini melayangkan apresiasi tinggi karena draf program ini dinilai linier dengan visi makro pemerintah daerah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrim di pedesaan.
“Program Berkat Bersama Kawan Tercinta ini sangat baik karena memberikan kemudahan dan manfaat bagi umat. Program yang menyasar warga kurang mampu dan anak-anak yatim ini merupakan langkah nyata yang membantu masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial,” urai Bunda Indah dalam pidato sambutannya.
Peran Strategis Pesantren di Luar Sektor Pendidikan
Bunda Indah menjelaskan bahwa eksistensi pondok pesantren di era modern harus mampu melompati batas dinding ruang kelas. Pesantren tidak boleh sekadar menjadi episentrum pendidikan kitab suci dan pembinaan akhlak, melainkan wajib bertindak sebagai agen perubahan sosial (agent of social change) yang responsif terhadap kesusahan warga di sekitarnya.
Lahirnya program “Berkat Bersama Kawan Tercinta” dinilai menjadi bukti otentik bahwa lembaga keagamaan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun basis data perlindungan sosial yang valid, akurat, dan tepat sasaran di tingkat akar rumput.
“Program sosial yang mampu merangkul masyarakat yang membutuhkan seperti ini adalah program yang luar biasa. Ini merupakan jawaban atas kebutuhan yang ada di masyarakat dan menjadi bukti bahwa kebersamaan serta kepedulian dapat menghadirkan manfaat yang nyata bagi sesama,” tegas bupati.
Membangun Fondasi Kolaborasi Lintas Sektor
Pemkab Lumajang berharap gerakan filantropi Islam yang digagas oleh Ponpes Al Fauzan ini dapat berjalan secara konsisten, akuntabel, dan berkesinambungan (sustainable). Model kepedulian berbasis komunitas ini diharapkan mampu mereplikasi diri dan memicu lahirnya gerakan serupa di kecamatan-kecamatan lain di Lumajang.
Guna memperkuat daya jangkau bantuan, pemda mendorong terciptanya ekosistem kolaborasi lintas sektor yang kokoh, meliputi:
-
Sektor Lembaga Agama (Ponpes): Bertindak sebagai kurator lapangan, penyedia basis data kaum dhuafa, dan penyalur bantuan yang dipercaya masyarakat.
-
Sektor Dunia Usaha: Menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) untuk menyokong operasional bantuan.
-
Sektor Pemerintah: Memberikan dukungan fasilitasi regulasi, pemetaan wilayah rawan sosial, serta integrasi jaminan kesehatan gratis.
Melalui peresmian yang berlangsung khidmat di hadapan ratusan santri dan wali santri ini, Pemkab Lumajang optimistis budaya komunal gotong royong dan empati sosial akan terus terjaga. Kebersamaan yang terstruktur ini diyakini bakal menjadi modal sosial yang kuat untuk melindungi kelompok-kelompok rentan di bawah kaki Gunung Semeru dari risiko ketimpangan ekonomi. (may)
