Sinergi Pemkab dan BAZNAS Lumajang Gelar Sunat Massal Serentak di Tiga Puskesmas
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Program sunat massal yang digulirkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang menjadi potret nyata kokohnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga amil zakat, dan jajaran tenaga kesehatan.
Langkah kolaboratif ini ditujukan untuk memperluas keterjangkauan akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat, sekaligus meletakkan fondasi pendidikan karakter dan nilai keagamaan bagi generasi muda.
Sebanyak 27 anak tercatat menjadi peserta dalam agenda sunat massal yang dipusatkan di Puskesmas Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Rabu (24/6/2026). Jalannya tindakan medis ini ditinjau langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang hadir untuk membagikan bingkisan, dukungan moril, serta semangat agar anak-anak tidak takut menghadapi proses khitan.
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah ini melayangkan apresiasi tinggi kepada BAZNAS Kabupaten Lumajang karena dinilai konsisten merancang program kerja sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan riil warga di tingkat bawah.
“Sunat massal tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan anak menuju kedewasaan serta penguatan nilai-nilai keagamaan sejak dini,” urai Bunda Indah di sela peninjauan. Ia mendoakan agar para peserta tumbuh menjadi generasi yang sehat, berakhlak mulia, taat beragama, serta berbakti kepada orang tua.
Optimalisasi Dana Zakat untuk Kemaslahatan Umat
Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, program baksos khitanan ini memberikan dampak finansial yang sangat membantu. Selain membebaskan seluruh biaya tindakan, program ini menjamin keamanan anak karena ditangani langsung oleh tim tenaga medis profesional yang menerapkan standar operasional keselamatan dan higienitas yang ketat.
Ketua BAZNAS Lumajang, Nur Sjahid, memaparkan bahwa pendanaan agenda ini bersumber murni dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzzaki untuk disalurkan ke dalam program kemaslahatan masyarakat.
Pada tahun anggaran ini, pelaksanaan sunat massal digelar secara serentak di tiga titik puskesmas berbeda dengan jaminan pasokan perlengkapan medis dan obat-obatan pasca-khitan yang komplit.
Nur Sjahid menggarisbawahi bahwa keberhasilan pergerakan sosial siber di akar rumput tidak lepas dari adanya rantai kolaborasi yang solid antarsektor, mulai dari dukungan penuh jajaran eksekutif pemkab, dinas kesehatan, perangkat kecamatan, hingga ketertiban warga setempat.
Zakat sebagai Instrumen Pembangunan SDM
Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan program ini sebagai bukti otentik bahwa zakat memiliki peran strategis di luar fungsi karitatif. Jika dikelola dan dikurasi secara tepat sasaran, dana umat mampu bertransformasi menjadi instrumen pemberdayaan sosial yang kuat guna menjawab problem kesejahteraan warga secara nyata.
Pemkab Lumajang berkomitmen akan terus menyokong dan memperluas kemitraan dengan lembaga-lembaga sosial keagamaan sejenis.
Melalui keterpaduan antara pelayanan kesehatan publik, penanaman nilai spiritualitas, dan penguatan jaring pengaman ekonomi ini, Lumajang optimistis mampu mencetak embrio sumber daya manusia masa depan yang sehat, berkualitas tinggi, dan berdaya saing global. (may)
