Presiden Sebut Jalan Urat Nadi Ekonomi, Bupati Lumajang Usulkan Ruas Tempeh–Pasrujambe pada Inpres 2026
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Penegasan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan infrastruktur jalan daerah sebagai urat nadi perekonomian rakyat dinilai sangat selaras dengan arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Lumajang.
Akses jalan yang mantap diposisikan sebagai kunci utama untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar rantai pasok hasil bumi, serta mempercepat pemerataan roda pembangunan hingga ke pelosok desa.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyusul agenda peresmian pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun 2025 sepanjang 1.151 kilometer yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (23/6/2026).
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah ini menilai bahwa instruksi dari orang nomor satu di Indonesia tersebut menjadi suntikan motivasi sekaligus legitimasi bagi pemerintah daerah untuk terus memprioritaskan perbaikan akses transportasi logistik.
“Apa yang disampaikan Bapak Presiden sangat relevan dengan kondisi daerah seperti Lumajang yang memiliki banyak kawasan pertanian, perkebunan, perikanan, dan potensi pariwisata. Konektivitas jalan menjadi faktor penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi hasil produksi,” urai Bunda Indah di sela-sela kegiatannya, Rabu (24/6/2026).
Menghubungkan Ruas Sentra Produksi ke Pasar Tradisional
Bunda Indah menguraikan bahwa bagi daerah agraris yang ditopang oleh sektor pertanian, perkebunan, dan galian material di lereng Semeru, keberadaan jalan yang layak memiliki peran makro.
Infrastruktur yang prima akan memangkas biaya operasional angkutan barang, menghubungkan lahan-lahan sentra produksi pangan secara langsung dengan pusat pasar perdagangan besar, serta meminimalkan risiko kerusakan komoditas segar di jalan.
Lebih dari sekadar memacu pertumbuhan ekonomi, perbaikan jalan daerah juga memiliki dampak sosial (social impact) yang langsung menyentuh pemenuhan hak dasar warga pedesaan.
“Bagi masyarakat desa, jalan adalah akses untuk sekolah, berobat, bekerja, dan mengembangkan usaha. Karena itu, penguatan konektivitas wilayah tetap menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pemerataan pembangunan,” jelas bupati.
Realisasi Pengusulan Target Ruas Inpres 2026
Selaras dengan komitmen dan semangat Inpres Jalan Daerah dari pusat, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mencicil perbaikan infrastruktur jalan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi kapasitas fiskal daerah serta skala prioritas.
Berdasarkan juknis pelaksanaan siber kementerian:
-
Capaian Inpres Tahun 2025: Pemerintah Kabupaten Lumajang telah merampungkan penguatan struktur jalan pada koridor strategis ruas Tempeh–Kunir.
-
Usulan Inpres Tahun 2026: Pemda secara resmi mengusulkan penanganan kelanjutan infrastruktur difokuskan pada ruas Tempeh–Pasrujambe guna mematangkan keterhubungan logistik antar-kecamatan.
Bunda Indah menegaskan bahwa penyelesaian masalah jalan rusak tidak bisa diselesaikan sepihak oleh daerah, melainkan membutuhkan sinergitas program yang kokoh antara pemkab, pemerintah provinsi, hingga kementerian pusat.
Adanya dukungan dana segar lewat instrumen nasional seperti Inpres Jalan Daerah ini diharapkan mampu menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru berbasis keunggulan lokal secara berkelanjutan. (may)
