Rekor Kriminalitas Terendah BPS Jadi Bukti, Mantan Kapolres Arsal Sahban Masuk Daftar Tokoh Berpengaruh Lumajang Versi Juru Lamadjang

0
Rekor Kriminalitas Terendah BPS Jadi Bukti, Mantan Kapolres Arsal Sahban Masuk Daftar Tokoh Berpengaruh Lumajang Versi Juru Lamadjang

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Peta ketokohan di Kabupaten Lumajang melahirkan kejutan menarik. Komunitas sejarah dan budaya independen, Juru Lamadjang, resmi merilis draf hasil riset opini lintas zaman mengenai daftar nama tokoh paling berpengaruh di Bumi Semeru. Menelusuri rekam jejak figur-figur yang meninggalkan memori kolektif kuat sejak era klasik abad ke-13 hingga masa kini, muncul satu nama eksternal yang mencuri perhatian publik pada kategori Era Reformasi sampai Sekarang.

Ia adalah Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.H., M.M., mantan Kapolres Lumajang periode 2018–2019. Menariknya, perwira menengah yang berasal dari Kalosi, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan ini menjadi satu-satunya figur non-lokal dalam draf rilisan tersebut yang dinilai sukses mengukir pengaruh makro di hati warga, meski bukan merupakan putra daerah asli Lumajang.

Riset komparatif ini diinisiasi oleh tim peneliti Juru Lamadjang yang digawangi oleh M. Zainul M, Fahmi K, Agil Z, dan Perdana Anugrah, yang berkolaborasi dengan Untuk Bangsa Foundation.

Berdiri sejak 2023, komunitas siber ini bergerak atas keprihatinan rendahnya indeks literasi sejarah lokal. Guna menjaga objektivitas, tim menggunakan lima indikator penilaian juknis: rekam jejak pengabdian, kredibilitas, jaringan sosial, kemampuan memengaruhi opini publik, serta dampak riil yang dirasakan masyarakat di lapangan.

“Ketika kami turun ke lapangan dan berdiskusi langsung dengan warga di beberapa wilayah sampel, nama Bapak Arsal Sahban muncul begitu saja, terutama saat pembicaraan menyentuh soal keamanan,” urai Perdana Anugrah, salah satu peneliti sekaligus admin siber akun @jurulamadjang. Warga secara spontan bernostalgia merindukan rasa aman yang tercipta di era kepemimpinan Arsal.

Memori Tim Cobra dan Indikator Kejahatan Terendah BPS

Meski masa dinas Arsal Sahban di Lumajang tergolong singkat—hanya berkisar 13 bulan dari November 2018 hingga Desember 2019—namun dobrakan taktisnya dinilai radikal. Langkahnya yang paling membekas adalah membentuk Tim Cobra, sebuah satuan tugas (Satgas) khusus polres yang bergerak responsif memburu pelaku kejahatan jalanan, begal, hingga sindikat pencurian sapi yang kala itu menjadi momok menakutkan bagi peternak desa.

Kehadiran Tim Cobra secara psikologis berhasil mereduksi tingkat ketakutan warga terhadap kriminalitas (fear of crime). Menariknya, rasa aman subjektif yang dirasakan masyarakat ini tidak sekadar menjadi nostalgia semata, melainkan berbanding lurus dengan data siber resmi milik Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang.

Berdasarkan data siber kriminalitas BPS Jatim, angka tindak pidana di Lumajang pada tahun 2019 (masa jabat Arsal Sahban) sukses ditekan ke titik terendah dalam rentang sewindu terakhir. Berikut komparasi data tren kasus kejahatan di Lumajang:

  • Tahun 2016: 501 kasus

  • Tahun 2017: 549 kasus

  • Tahun 2018: 676 kasus

  • Tahun 2019: 312 kasus (Turun hampir 54% dibanding tahun sebelumnya)

  • Tahun 2020: 356 kasus (Naik 14,1% pasca-pergantian Kapolres)

  • Tahun 2021: 589 kasus (Naik 88,8% dari 2019)

  • Tahun 2022: 1.378 kasus (Naik 341,6% dari 2019)

  • Tahun 2023: 1.402 kasus (Melonjak hingga 4,5 kali lipat dari 2019)

  • Tahun 2024: 1.194 kasus (Tercatat 3,8 kali lipat dari 2019)

Kandidat Hoegeng Awards 2026

Rilis ketokohan ini langsung diserbu komentar bernada rindu dari warganet di platform Instagram, seperti akun @rozyeee_ dan @denny_andirunisa yang menyebut Arsal sebagai panutan. Menanggapi apresiasi siber tersebut, Arsal Sahban yang kini mendapat promosi jabatan sebagai Kasubdit II/Perbankan Direktorat Tindak Pidana Eksus Bareskrim Polri, menyampaikan rasa hormatnya yang mendalam.

“Saya merasa sangat terhormat bisa dianggap sebagai bagian dari tokoh yang berpengaruh di Kabupaten Lumajang. Ini adalah pengingat bahwa apa yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh, betapapun singkatnya, bisa meninggalkan kesan yang melampaui waktu,” tutur Arsal, yang pada tahun 2026 ini juga masuk dalam jajaran tiga besar kandidat Polisi Berintegritas pada ajang bergengsi Hoegeng Awards 2026.

14 Tokoh Berpengaruh Era Reformasi Versi Juru Lamadjang

Berikut adalah draf lengkap 14 nama tokoh lintas sektor pada Era Reformasi hingga Sekarang yang dinilai Juru Lamadjang memberikan kontribusi besar terhadap arah perkembangan sosial, politik, ekonomi, dan budaya di Kabupaten Lumajang:

  1. A. Fauzi — Bupati Lumajang (1998–2008)

  2. Sjahrazad Masdar — Bupati Lumajang (2008–2015)

  3. Thoriqul Haq — Bupati Lumajang (2018–2023)

  4. Indah Amperawati — Bupati Lumajang (2025–sekarang)

  5. Agus Yudha Wicaksono — Politisi Senior

  6. Umar Bashor — Politisi / Anggota Legislatif

  7. H. Rofik — Politisi Daerah

  8. Anang Ahmad — Politisi Daerah

  9. Arsal Sahban — Kapolres Lumajang (2018–2019)

  10. Kaji Sing — Pengusaha Sektor Perkayuan Lumajang

  11. Setiadi L. Halim — Pengusaha Sektor Pasir Lumajang

  12. Dandhy D. Laksono — Jurnalis Investigasi, Penulis, & Aktivis Nasional

  13. Habib Alwi Almuhdor — Ulama & Tokoh Pemersatu Masyarakat

  14. Wira Dharma — Tokoh Spiritual Hindu Pura Senduro

Kemunculan nama Arsal Sahban menjadi bukti otentik dalam teori sosiologi kepemimpinan, bahwa pengaruh kuat seorang figur tidak melulu ditentukan oleh faktor genetika asal daerah atau lamanya durasi menjabat, melainkan dari kedalaman komitmen dan keberanian mengeksekusi kebijakan yang berpihak pada rasa aman masyarakat luas. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *