Nanik Deyang Jadi Kepala Badan Gizi, Bupati Lumajang Titip Kualitas Menu Makan Gratis Anak Sekolah
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang siap mengawal ketat standarisasi menu harian dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.
Pemda menekankan bahwa keberhasilan program prioritas nasional ini tidak boleh hanya diukur dari seberapa banyak jumlah anak yang mendapat jatah makan, melainkan dari pemenuhan gizi yang higienis, aman, dan berstandar medis.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, merespons langkah pemerintah pusat yang resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru.
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah ini menilai, perombakan di tampuk kepemimpinan BGN harus menjadi momentum untuk mengevaluasi total rantai pasok dan kualitas makanan yang didistribusikan ke sekolah-sekolah di daerah.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang sangat baik karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak. Karena itu, pelaksanaannya perlu terus diperkuat agar tujuan program dapat tercapai secara optimal,” ujar Bunda Indah, Rabu (3/6/2026).
Bagi Lumajang, investasi pada isi piring anak sekolah merupakan jangkar utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) demi menyongsong Indonesia Emas 2045. Oleh sebab itu, asupan karbohidrat, protein, dan vitamin yang disajikan setiap hari wajib dipantau secara berkala agar tidak sekadar menjadi program pengisi perut kosong.
Bunda Indah menggarisbawahi dua indikator krusial yang harus dipenuhi oleh Badan Gizi Nasional dalam pelaksanaan ke depan:
-
Standar Nutrisi Riil: Memastikan menu makanan yang dibagikan memenuhi angka kecukupan gizi anak sesuai dengan kelompok usia tumbuh kembang mereka.
-
Tata Kelola Berkelanjutan: Membangun manajemen distribusi yang sehat dan melibatkan ekosistem dapur lokal yang bersih tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan anggaran.
“Yang terpenting adalah memastikan anak-anak memperoleh makanan yang sehat, aman, dan sesuai kebutuhan gizi. Program ini merupakan investasi penting dalam menyiapkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” tambahnya.
Bunda Indah juga mengingatkan bahwa tidak ada program publik yang langsung sempurna di awal peluncuran. Mekanisme evaluasi berkala dan keterbukaan menerima kritik dari wali murid justru menjadi obat kuat untuk menyempurnakan jalannya program MBG di lapangan.
Menutup keterangannya, aparatur Pemkab Lumajang menyatakan kesiapan lahir batin untuk mempererat garis koordinasi dengan BGN di bawah komando Nanik Deyang. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pemenuhan gizi anak, menekan angka stunting daerah, sekaligus mendongkrak konsentrasi belajar siswa di ruang kelas.
“Setiap program yang baik tentu perlu terus disempurnakan. Yang terpenting adalah bagaimana program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya. (may)
