Kasus ISPA Lumajang Capai Puncak pada April, Agustus Tercatat 4.533 Kasus

0
Kasus ISPA Lumajang Capai Puncak pada April, Agustus Tercatat 4.533 Kasus

Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Lumajang masih bergerak fluktuatif sepanjang 2026. Setelah mencapai 5.126 kasus pada April, jumlah temuan selama Mei hingga Agustus berada di bawah 5.000 kasus per bulan, dengan catatan terbaru sebanyak 4.533 kasus pada Agustus.

Data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang menunjukkan terdapat 4.819 kasus pada Mei dan 4.681 kasus pada Juni. Angkanya kembali naik menjadi 4.821 kasus pada Juli sebelum turun menjadi 4.533 kasus pada Agustus.

Jika dibandingkan dengan puncak April, jumlah kasus pada Agustus lebih rendah 593 kasus atau sekitar 11,6 persen. Namun, perubahan bulanan tersebut tidak menunjukkan pola penurunan yang berlangsung terus-menerus karena sempat terjadi kenaikan pada Juli.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang, dr. Marshall Trihandono, mengatakan kondisi tersebut menjadi alasan pemantauan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Kalau kita melihat datanya, kasus ISPA memang mengalami fluktuasi setiap bulan. Temuan kasus di April adalah puncaknya, angkanya temuan kasus ISPA di Bulan Mei hingga Agustus masih di bawah angka 5.000. Namun, kami tetap melakukan pemantauan karena yang utama bukan hanya melihat angka temuan dalam satu bulan, tetapi bagaimana perkembangannya dari waktu ke waktu,” kata Marshall, Selasa (22/9/2026).

Surveilans Dipakai Membaca Perubahan Kasus ISPA

Pemantauan kasus dilakukan melalui surveilans penyakit dengan mengumpulkan laporan secara rutin dari fasilitas pelayanan kesehatan. Data tersebut kemudian digunakan untuk membaca pola perkembangan penyakit dan mengenali perubahan yang membutuhkan perhatian.

“Surveilans ini penting untuk melihat pola penyakit di lapangan. Dengan pelaporan rutin, kami bisa mengetahui apabila ada perubahan yang perlu menjadi perhatian dan kemudian melakukan respons sesuai kondisi yang ditemukan,” ujarnya.

Artinya, angka kasus bulanan tidak berdiri sendiri. Perubahan dari satu periode ke periode berikutnya menjadi bahan untuk menentukan apakah diperlukan langkah kesehatan masyarakat tertentu.

Dampak & Poin Penting Bagi Warga

  • Puncak kasus ISPA tercatat pada April 2026 dengan 5.126 kasus.
  • Kasus Agustus sebanyak 4.533, atau 593 kasus lebih sedikit dibandingkan April.
  • Trennya masih fluktuatif, karena setelah turun pada Mei dan Juni, kasus kembali meningkat pada Juli.
  • Mei hingga Agustus berada di bawah 5.000 kasus per bulan, tetapi pemantauan tetap dilakukan.
  • Warga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan serta menjalankan etika batuk dan bersin.
  • Keluhan yang menetap atau semakin berat perlu diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Marshall meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap memperhatikan kondisi kesehatan.

“Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap menjaga kewaspadaan. Biasakan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan etika batuk dan bersin. Jika muncul keluhan yang menetap atau kondisi semakin berat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.

Dengan pola kasus yang masih naik-turun, perkembangan ISPA di Lumajang belum cukup dibaca hanya dari perbandingan dua bulan. Pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan untuk melihat arah tren sekaligus menentukan respons kesehatan sesuai kondisi di lapangan. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *