Guru PAUD Lumajang Didorong Perkuat Karakter Anak Lewat Keteladanan dan Kerja Sama

0
Guru PAUD Lumajang Didorong Perkuat Karakter Anak Lewat Keteladanan dan Kerja Sama

Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Pembentukan karakter anak tidak hanya berlangsung melalui materi pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui contoh dan interaksi yang mereka lihat setiap hari. Pada fase awal perkembangan, guru pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran penting dalam membantu anak membangun kebiasaan positif, kemampuan sosial, serta sikap yang menjadi dasar perkembangan mereka di masa depan.

Peran tersebut menjadi perhatian dalam pembinaan Guru PAUD Binaan PKK Kabupaten Lumajang yang digelar di Wisata Kopi Jatian Kenongo, Kecamatan Gucialit, Kamis (8/10/2026). Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menekankan bahwa guru PAUD memiliki tanggung jawab lebih luas dibanding sekadar menyampaikan materi pembelajaran.

“Guru PAUD bukan sekadar pengajar, tetapi juga pendamping, teladan, pengasuh, sekaligus pembentuk karakter anak,” ujar Dewi Natalia.

Menurutnya, setiap tindakan guru di lingkungan pendidikan dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran anak. Cara guru berbicara, memberikan arahan, menyelesaikan masalah, hingga membangun hubungan dengan anak merupakan contoh yang secara tidak langsung akan diamati dan ditiru.

Pendidikan anak usia dini menjadi tahap penting karena pada periode tersebut anak mulai membangun pola perilaku, kemampuan berkomunikasi, serta cara berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Lingkungan belajar yang positif dapat membantu anak mengenal nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan kebiasaan baik sejak usia awal.

Penguatan Kompetensi Guru Melalui Kerja Sama dan Tata Kelola

Pembinaan yang dilakukan TP PKK Kabupaten Lumajang tidak hanya berfokus pada peningkatan pemahaman guru, tetapi juga memperkuat hubungan kerja antarpendidik melalui tema “Penguatan Teamwork dan Tata Kelola Kelembagaan.”

Kegiatan tersebut dikemas dengan pendekatan interaktif melalui penyampaian materi, aktivitas outbound, serta permainan berbasis pembelajaran. Metode tersebut dirancang untuk meningkatkan komunikasi, membangun kepercayaan, dan memperkuat kekompakan antarpendidik PAUD.

Penguatan kerja sama dinilai penting karena pengelolaan lembaga PAUD tidak dapat berjalan optimal jika hanya bergantung pada satu individu. Dibutuhkan koordinasi antara guru, pengelola lembaga, serta pihak pendukung lainnya agar layanan pendidikan dapat berjalan sesuai kebutuhan anak.

Dewi Natalia juga mengajak para guru PAUD untuk aktif berbagi pengalaman dan praktik baik. Menurutnya, setiap lembaga memiliki karakteristik, tantangan, dan kebutuhan yang berbeda sehingga pertukaran pengalaman dapat menjadi sumber pembelajaran bersama.

Peningkatan kualitas guru PAUD menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter positif. Melalui pendampingan yang tepat sejak usia dini, anak diharapkan mampu tumbuh dengan kemampuan sosial, emosional, dan nilai-nilai baik yang menjadi bekal dalam kehidupan mereka.

Upaya penguatan kapasitas pendidik tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan layanan pendidikan anak usia dini yang lebih berkualitas di Kabupaten Lumajang. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *