Bantuan Air Bersih Lumajang Jangkau 18 Desa, 19 Ribu Warga Terdampak Kekeringan

0

Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Krisis air bersih mulai dirasakan ribuan warga di Kabupaten Lumajang setelah sejumlah sumber air mengalami penurunan debit hingga mengering akibat musim kemarau panjang. Hingga Kamis (8/10/2026), distribusi bantuan air bersih telah menjangkau 18 desa yang tersebar di enam kecamatan dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 19 ribu jiwa.

Kondisi kekeringan membuat sebagian masyarakat harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari air minum, memasak, hingga mencuci pakaian. Bagi warga di sejumlah wilayah yang sebelumnya mengandalkan sumber air lokal, berhentinya aliran air menjadi tantangan baru dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satu wilayah yang merasakan dampak langsung adalah Desa Bedayu Talang, Kecamatan Senduro. Di desa tersebut, bantuan air bersih yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi sumber pasokan penting bagi warga yang kesulitan mendapatkan air.

Warga terlihat membawa berbagai wadah seperti jeriken, timba, dan galon untuk mengambil air yang didistribusikan menggunakan kendaraan tangki. Bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan rumah tangga karena sumber air di sekitar permukiman mulai tidak mampu memenuhi kebutuhan warga.

Rifha, warga Desa Bedayu Talang, mengungkapkan bahwa kesulitan air bersih mulai terjadi sejak Juli 2026. Sebelum mendapatkan bantuan, warga harus mencari air ke lokasi yang lebih jauh untuk memenuhi kebutuhan mencuci dan aktivitas rumah tangga lainnya.

“Bersyukur banget dapat bantuan. Biasanya kalau tidak ada air, untuk mencuci baju harus mencari air ke lokasi yang jauh. Sekarang memang belum ada hujan,” ujar Rifha.

Hal serupa disampaikan Sulastri, warga lainnya. Menurutnya, bantuan distribusi air sangat membantu terutama untuk kebutuhan konsumsi keluarga karena sumber air yang biasa digunakan warga telah mengering.

“Dari sumber air memang sudah kering. Bantuan ini sangat membantu, terutama untuk air minum. Kalau tidak ada bantuan, kami harus mencari air ke mana,” katanya.

BPBD Lumajang Distribusikan 210 Ribu Liter Air Setiap Hari

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, menjelaskan bahwa distribusi air bersih dilakukan secara rutin ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan air.

Setiap hari, BPBD Lumajang menyalurkan sekitar 210 ribu liter air menggunakan tujuh armada tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Penyaluran dilakukan berdasarkan pemetaan wilayah yang mengalami dampak kekeringan dan kebutuhan masyarakat.

Selain menggunakan armada BPBD, proses distribusi juga melibatkan dukungan berbagai pihak, termasuk instansi terkait dan relawan. Kolaborasi tersebut dilakukan agar jangkauan bantuan dapat diperluas dan kebutuhan masyarakat di daerah terdampak dapat terpenuhi.

Kemarau yang berlangsung cukup panjang menyebabkan beberapa wilayah mengalami tekanan terhadap ketersediaan air. Pemerintah daerah tidak hanya melakukan pengiriman air bersih, tetapi juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat sehingga bantuan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Bantuan air bersih menjadi langkah penanganan sementara untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat selama periode kekeringan. Pemerintah Kabupaten Lumajang terus melakukan pemantauan terhadap wilayah terdampak agar distribusi dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Di sisi lain, kondisi ini juga menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sumber daya air, terutama di wilayah yang memiliki risiko kekeringan saat musim kemarau. Upaya jangka panjang seperti penguatan infrastruktur air dan pengelolaan sumber air menjadi bagian penting agar masyarakat tidak selalu bergantung pada bantuan darurat ketika musim kering terjadi. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *