Berbasis Kajian IPB University, Diskoperindag Lumajang Gelar Pelatihan Business Plan bagi Pengurus KDMP
LUMAJANG (mediacenterlumajang) – Pembinaan dan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lumajang diakselerasi melalui pendekatan ilmiah yang terukur. Mengacu pada hasil riset kolaboratif IPB University dan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Lumajang, upaya penguatan kapasitas pengurus KDMP kini difokuskan pada pembenahan tata kelola finansial, strategi pemasaran, pemetaan unit usaha, serta perluasan kemitraan bisnis.
Sebagai bentuk tindak lanjut konkret dari temuan lapangan tersebut, diselenggarakan Pelatihan Business Plan bagi Pengurus KDMP Kabupaten Lumajang yang dikemas dalam Program Dosen Pulang Kampung IPB University di Cafe Rumah Kedua Lumajang, Rabu (30/9/2026).
Agenda kolaboratif ini diikuti oleh 30 peserta perwakilan dari 15 lembaga KDMP se-Kabupaten Lumajang.
Ketua Tim Program Dosen Pulang Kampung IPB University, Dr. Suprehatin, menggarisbawahi bahwa program pengabdian masyarakat ini didesain secara aplikatif menggunakan kondisi riil masing-masing koperasi.
“Kami ingin peserta tidak hanya pulang dengan tambahan pengetahuan, tetapi juga membawa rancangan yang dapat digunakan untuk mulai mengembangkan usaha koperasinya. Karena itu, seluruh proses pelatihan menggunakan kondisi nyata dari masing-masing KDMP,” terang Dr. Suprehatin.
Pendekatan Tipologi Koperasi dan Implementasi Hasil Riset Kampus
Model pendampingan yang diterapkan tidak menyamaratakan seluruh koperasi, melainkan disesuaikan dengan tipologi dan skala potensi desa masing-masing.
Kepala Diskoperindag Kabupaten Lumajang, Muhammad Ridha, menjelaskan bahwa segmentasi pembinaan ini merupakan kunci agar intervensi pemerintah dan akademisi tepat sasaran.
“Kebutuhan pengembangan dapat berbeda antartipologi KDMP. Karena itu, penguatan kapasitas perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing koperasi,” paparnya.
Sinergi antara IPB University dan Pemkab Lumajang membuktikan bahwa hasil riset perguruan tinggi mampu ditransformasikan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi perdesaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan anggota koperasi.
Dampak & Poin Penting Bagi Warga:
-
Perencanaan Bisnis Terukur: Pengurus KDMP dibekali kemampuan menyusun rancangan bisnis (business plan) yang riil dan dapat dieksekusi.
-
Pendampingan Berbasis Riset: Program pemberdayaan didasarkan pada data evaluasi 133 pengurus KDMP hasil kajian ilmiah IPB University.
-
Strategi Khusus Spesifik Desa: Penanganan dan materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan serta potensi unik di setiap perdesaan.
-
Peningkatan Layanan Ekonomi Desa: Manajemen koperasi yang profesional berdampak langsung pada optimalisasi fasilitas pendukung usaha bagi warga desa. (may)
