Antisipasi Kelangkaan Kemarau, Pemkab Lumajang Siapkan Skema Kerja Sama Antardaerah Komoditas Hortikultura

0
Panen Sudah 2.151 Hektare, Lumajang Gas Pol Target Tanam Cabai Rawit 2025

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Dinamika cuaca yang tidak menentu dan berpotensi menekan angka produksi pertanian lokal direspons dengan langkah antisipatif oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Pemkab Lumajang menyiapkan skema opsi Kerja Sama Antardaerah (KAD) untuk menyerap pasokan komoditas hortikultura dari daerah lain yang sedang mengalami surplus produksi.

Langkah ini disiagakan sebagai instrumen untuk menjamin ketersediaan bahan pangan harian warga, khususnya komoditas strategis seperti cabai rawit dan sayuran, sekaligus mencegah lonjakan harga di pasaran.

Kepala Bidang Hortikultura DKPP Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, menjelaskan bahwa perbedaan masa panen serta kondisi geografis antardaerah memberikan ruang bagi pemerintah untuk saling menopang rantai pasok.

“Kalau ada daerah yang surplus, kita bisa mengambil pasokan dari daerah tersebut untuk memenuhi kebutuhan. Ini salah satu upaya untuk menjaga pasokan dan menekan gejolak harga,” ujar Hendra Suwandaru, Jumat (2/10/2026).

Penguatan Keseimbangan Pasar dan Mitigasi Inflasi Daerah

Hendra menambahkan bahwa strategi lintas wilayah ini bersifat kondisional dan disesuaikan dengan hasil pemantauan stok di tingkat pedagang serta dinamika kebutuhan masyarakat di lapangan.

Fluktuasi pasokan akibat faktor cuaca atau keterbatasan sumber air di satu kawasan tidak boleh mengganggu keterjangkauan pangan bagi rumah tangga maupun UMKM olahan pangan di Lumajang.

[Pemantauan Stok & Harga Pasar] ➔ [Deteksi Potensi Defisit Lokal] ➔ [Koordinasi KAD Wilayah Surplus] ➔ [Stabilisasi Pasokan & Harga]

Melalui pengintegrasian jalur distribusi dan kolaborasi antardaerah, Pemkab Lumajang berkomitmen menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan daya beli masyarakat, sehingga potensi inflasi komoditas hortikultura dapat diredam sejak dini.

Dampak & Poin Penting Bagi Warga:

  • Jaminan Ketersediaan Pangan: Pasokan cabai dan sayuran tetap aman di pasaran meski produksi lokal menghadapi kendala cuaca.

  • Stabilisasi Harga Konsumen: Mencegah lonjakan harga ekstrem akibat kelangkaan barang di tingkat pedagang.

  • Jejak Rantai Pasok Terintegrasi: Memanfaatkan keunggulan surplus produksi dari daerah mitra untuk mengisi kekosongan stok.

  • Perlindungan Industri Pengolahan: Memastikan kestabilan pasokan bahan baku bagi usaha kuliner dan UMKM lokal di Lumajang. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *