PKK Lumajang Diminta Fokus pada Hasil, dari Pencegahan Stunting hingga Keaktifan Posyandu

0
PKK

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Dampak program terhadap kehidupan keluarga menjadi tolok ukur yang ditekankan dalam evaluasi kegiatan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kabupaten Lumajang.

Penguatan keaktifan posyandu, pencegahan stunting, dan pencegahan perkawinan anak menjadi sejumlah sasaran yang perlu diperhatikan agar kegiatan PKK benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Penekanan tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu TP PKK Kabupaten Lumajang di Kantor Kepala Desa Tanggung, Kecamatan Padang, Senin (19/10/2026).

Menurut Dewi, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana maupun kelengkapan laporan administrasi. Pelaksanaan program perlu menunjukkan perubahan yang dapat diamati, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan keluarga dan lingkungan tempat tinggal mereka.

Pendekatan tersebut menempatkan kebutuhan warga sebagai dasar pelaksanaan program. Dengan sasaran dan indikator yang jelas, kader dapat menilai apakah kegiatan yang dilakukan telah memberikan manfaat atau masih membutuhkan perbaikan.

Pencegahan Stunting hingga Keaktifan Posyandu Jadi Perhatian

Dewi menilai kader PKK memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kedekatan tersebut memungkinkan kader mengenali persoalan keluarga, menyampaikan edukasi, serta mendorong warga berpartisipasi dalam kegiatan pemberdayaan.

Dalam pelaksanaannya, kader diharapkan tidak hanya menjalankan agenda organisasi, tetapi juga memperhatikan perubahan perilaku dan keterlibatan masyarakat. Keaktifan posyandu, misalnya, perlu didukung dengan partisipasi warga agar kegiatan pemantauan kesehatan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Upaya pencegahan stunting dan perkawinan anak juga membutuhkan penyampaian informasi yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Materi penyuluhan perlu menggunakan bahasa sederhana, mudah dipahami, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dewi mendorong kader untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar program tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Keterlibatan warga menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlanjutan upaya pemberdayaan keluarga.

Koordinasi Antar-Pokja dan Evaluasi Perlu Diperkuat

Selain keterlibatan masyarakat, Dewi meminta seluruh kelompok kerja (Pokja) TP PKK memperkuat koordinasi dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK. Kerja sama antar-Pokja diperlukan agar kegiatan saling mendukung dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Tertib administrasi tetap menjadi bagian penting dalam pengelolaan organisasi. Dokumentasi dan evaluasi berkala dapat digunakan untuk menelusuri perkembangan program, mengidentifikasi hambatan, serta menentukan langkah perbaikan berdasarkan kondisi di lapangan.

Melalui Monev Terpadu, TP PKK Kabupaten Lumajang mendorong pelaksanaan program yang lebih terarah dan berorientasi pada hasil. Evaluasi diharapkan menjadi sarana untuk melihat kesesuaian kegiatan dengan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar memenuhi kewajiban pelaporan.

Ke depan, sinergi antarkader, koordinasi antar-Pokja, dan partisipasi warga menjadi bagian penting dalam memperkuat pemberdayaan keluarga. Dengan pelaksanaan yang konsisten dan evaluasi berkelanjutan, program PKK diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan keluarga di Kabupaten Lumajang. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *