PKK Lumajang Didorong Hadirkan Program yang Sesuai Kebutuhan Keluarga Desa
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Program pemberdayaan keluarga di tingkat desa perlu disesuaikan dengan persoalan dan potensi masyarakat setempat agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menekankan pentingnya inovasi kader, pemanfaatan kearifan lokal, serta kerja sama dengan pemerintah desa untuk memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.
Pesan tersebut disampaikan Dewi Natalia saat menghadiri Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu TP PKK Kabupaten Lumajang di Kecamatan Jatiroto, Selasa (13/10/2026). Ia mengingatkan bahwa kegiatan PKK tidak seharusnya berhenti pada pelaksanaan agenda rutin, tetapi perlu menjawab kebutuhan keluarga yang beragam di setiap wilayah.
Menurutnya, kader PKK memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga dapat berperan dalam mengenali persoalan keluarga dan mengembangkan kegiatan pemberdayaan yang sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing.
“Sebagai kader PKK harus terus berinovasi dengan memanfaatkan kearifan lokal yang ada agar setiap langkah kegiatan PKK dapat diterima dengan baik di masyarakat,” pesannya.
Potensi Lokal Jadi Dasar Pengembangan Program PKK
Perbedaan karakteristik antarwilayah membuat pelaksanaan program pemberdayaan keluarga memerlukan pendekatan yang fleksibel. Potensi, kebiasaan, dan kebutuhan masyarakat setempat dapat menjadi pertimbangan dalam merancang kegiatan yang relevan.
Bagi kader PKK, pendekatan tersebut membuka ruang untuk mengembangkan kegiatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari warga. Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK pun diharapkan tidak hanya berorientasi pada terlaksananya kegiatan, tetapi juga memperhatikan manfaat yang dihasilkan bagi keluarga.
Meski demikian, inovasi perlu didukung koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait. Sinergi ini diperlukan agar kegiatan yang dirancang kader selaras dengan kebutuhan masyarakat serta prioritas pembangunan di wilayahnya.
Musrenbangdes Jadi Ruang Menyelaraskan Usulan
Salah satu forum yang dapat dimanfaatkan untuk menyelaraskan kebutuhan pemberdayaan keluarga dengan agenda pembangunan desa adalah Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).
Melalui mekanisme perencanaan tersebut, kader PKK dapat mendorong agar usulan kegiatan yang relevan dipertimbangkan dalam penyusunan prioritas pembangunan desa. Pengajuan usulan tetap mengikuti proses, kewenangan, dan ketentuan perencanaan yang berlaku.
Selain koordinasi, tertib administrasi juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan program. Pencatatan dan dokumentasi kegiatan dapat membantu kader memantau pelaksanaan, mengevaluasi hasil, serta mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki.
Dalam kegiatan Monev Terpadu tersebut, Dewi Natalia juga mengapresiasi kontribusi kader yang selama ini menjalankan pemberdayaan keluarga di wilayah masing-masing. Kekompakan dan semangat kebersamaan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan gerakan PKK.
Dampak & Poin Penting Bagi Warga
- Program lebih sesuai kebutuhan: kegiatan PKK diharapkan berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi keluarga di setiap desa.
- Potensi lokal lebih dimanfaatkan: karakteristik dan kearifan lokal dapat menjadi dasar pengembangan kegiatan pemberdayaan.
- Usulan warga dapat diperjuangkan: kebutuhan keluarga dapat disampaikan melalui kader dan dibahas dalam forum perencanaan desa sesuai mekanisme yang berlaku.
- Pelaksanaan lebih terukur: administrasi dan dokumentasi membantu evaluasi serta perbaikan program.
- Kolaborasi perlu diperkuat: kader, pemerintah desa, dan pihak terkait dapat menyelaraskan kegiatan dengan prioritas pembangunan setempat.
Melalui penguatan inovasi, koordinasi, dan tata kelola kegiatan, TP PKK Kabupaten Lumajang diharapkan mampu meningkatkan relevansi 10 Program Pokok PKK bagi masyarakat. Upaya tersebut menempatkan keluarga sebagai bagian penting dari pembangunan desa, sekaligus mendorong agar kegiatan pemberdayaan memiliki manfaat yang berkelanjutan. (may)
