Hadiri Khataman Al-Qur’an Santri di Alun-Alun, Bupati Lumajang Ajak Warga Muhasabah di Tahun Baru Islam

0
Hadiri Khataman Al-Qur'an Santri di Alun-Alun, Bupati Lumajang Ajak Warga Muhasabah di Tahun Baru Islam

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Momentum pergantian tahun siber Islam, 1 Muharram 1448 Hijriyah, dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk memperkuat pondasi karakter generasi muda. Pemkab Lumajang mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para generasi muda Islam, untuk menjadikan tahun baru ini sebagai titik balik evaluasi diri (muhasabah) dan peningkatan kualitas spiritualitas harian.

Pesan religius tersebut digaungkan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat menghadiri agenda Khataman Al-Qur’an massal. Acara yang berlangsung khidmat dan menyejukkan tersebut diikuti oleh ratusan santri dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Lumajang yang memadati kawasan Alun-Alun Lumajang, Selasa (16/6/2026).

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah ini menyampaikan bahwa esensi dari perayaan tahun baru Hijriyah bukan terletak pada kemeriahan seremonial semata. Lebih dalam dari itu, kalender Hijriyah menuntut umat Muslim untuk merefleksikan sejauh mana kontribusi kebaikan yang telah diperbuat bagi lingkungan sosial selama satu tahun ke belakang.

“Inilah tahun baru yang sesungguhnya. Saya berharap para santri terus melakukan muhasabah setiap hari agar mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Bunda Indah di hadapan ratusan santri.

Aktualisasi Makna Hijrah dalam Kehidupan Nyata

Bunda Indah menguraikan bahwa transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik membutuhkan kesungguhan serta konsistensi (istiqamah). Nilai-nilai luhur dari semangat hijrah Nabi Muhammad SAW di masa lalu harus dikonversikan ke dalam tindakan konkret di era modern, bukan sekadar menjadi slogan atau ucapan di media sosial.

Ada tiga pesan utama yang dititipkan bupati kepada para santri sebagai modal menghadapi tantangan zaman:

  • Kekuatan Karakter Berbasis Karomah Al-Qur’an: Menjadikan Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan, melainkan pedoman moral dalam berpikir dan bertindak.

  • Merawat Hubungan Sosial (Hablum Minannas): Menjaga toleransi, kesantunan, dan keharmonisan hidup bertetangga di wilayah Lumajang.

  • Aksi Kepedulian Sosial: Mengasah empati untuk membantu sesama warga yang sedang mengalami kesusahan atau kemalangan.

Menurutnya, benteng spiritual yang kokoh merupakan modal utama daerah untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang tangguh. Karakter yang jujur, amanah, dan berakhlak mulia diyakini bakal menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan tata kelola kemasyarakatan yang damai dan sejahtera.

Melalui momentum religius di Alun-Alun ini, Pemkab Lumajang berharap energi positif dari lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dikhatamkan para santri dapat membawa keberkahan bagi bumi Semeru. Nilai spiritualitas ini diharapkan senantiasa mendasari setiap gerak pembangunan daerah agar selalu selaras dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan umat. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *