Stok Beras Lumajang Stabil Sambil Diguyur Tambahan 60 Ribu Tabung LPG 3 Kg

0
12 Pasar Tradisional di Lumajang Akan Diperbaiki

Pasar Besar Lumajang. Foto: Gmaps/Rudy Hartanto.

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Kabar baik bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Lumajang. Memasuki pekan pertama Juni 2026, grafik harga dua komoditas pangan paling krusial—beras dan minyak goreng—terpantau aman dan terkendali. Tidak hanya itu, pasokan gas melon (LPG 3 kg) dipastikan melimpah setelah mendapat suntikan stok tambahan dalam jumlah besar.

Berdasarkan rilis data terbaru dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok Jawa Timur (Siskaperbapo Jatim) per 3 Juni 2026, fluktuasi harga di tiga pasar induk (Pasar Baru Lumajang, Pasar Sukodono, dan Pasar Pasirian) menunjukkan tren yang menenangkan kantong konsumen.

Untuk urusan dapur utama, harga beras medium kokoh bertahan di angka Rp11.700 per kilogram. Sementara itu, varian beras premium justru mengalami penurunan harga tipis dari Rp14.500 menjadi Rp14.333 per kilogram.

Di lini minyak goreng, kestabilan harga juga terjadi secara merata pada beberapa varian berikut:

  • Minyakita: Bertahan di harga Rp16.833 per liter.

  • Minyak Goreng Curah: Stabil di angka Rp18.666 per kilogram.

  • Minyak Kemasan Premium: Ajeg di kisaran Rp18.000 per liter.

Meskipun fondasi pangan utama cukup kuat, warga tetap harus merogoh kocek sedikit lebih dalam untuk kelompok bumbu dapur. Sektor hortikultura, khususnya cabai, merangkak naik akibat dinamika pasokan musiman.

Cabai rawit merah kini menyentuh Rp76.333 dari sebelumnya Rp73.000 per kilogram. Kenaikan tipis juga diikuti oleh cabai merah besar (Rp43.333/kg) dan cabai merah keriting (Rp42.000/kg). Kendati demikian, pemda menilai pergerakan ini masih dalam batas wajar dan belum mengganggu psikologis pasar.

Antisipasi Masak Daging Kurban, Gas Melon Ditambah 150%

Selain mengamankan harga isi piring warga, fokus Pemerintah Kabupaten Lumajang menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H ini tertuju pada ketahanan energi dapur. Mengantisipasi lonjakan aktivitas memasak, Pertamina Patra Niaga resmi mengguyur tambahan kuota LPG 3 kilogram sebanyak 60.480 tabung (setara 181 metrik ton).

Angka tebal tersebut setara dengan 150 persen dari jatah kebutuhan harian normal Lumajang yang biasanya berada di kisaran 40.296 tabung.

Pelaksana Harian Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Lumajang, Aksanul Inam, memaparkan bahwa langkah dropping ekstra ini sengaja dilakukan jauh-jauh hari agar tidak terjadi kelangkaan di tingkat pangkalan akibat tingginya hajatan warga.

“Pada saat Iduladha kebutuhan LPG memang meningkat karena masyarakat memasak daging kurban dalam jumlah besar. Selain itu juga banyak kegiatan hajatan seperti pernikahan, selamatan, maupun acara keluarga lainnya,” urai Aksanul, Rabu (3/6/2026).

Aksanul menjamin bahwa hingga detik ini, ketersediaan gas bersubsidi di Lumajang masih berada di zona aman. Guna mengawal kebijakan ini, Pemkab Lumajang bersama Pertamina memperketat fungsi pengawasan rantai distribusi di lapangan untuk menyetop potensi penimbunan atau salah sasaran, sehingga libur panjang Iduladha warga dapat berjalan dengan nyaman dan tenang. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *