Kunci Daya Saing, Pemkab Lumajang Desak Integrasi Ekosistem Ekonomi Kreatif Hubungkan Rantai Pasar

0
Bupati Lumajang Indah Amperawati meminta GEKRAFS membangun sistem terpadu yang menyatukan pelaku kreatif, komunitas, dan pasar guna dongkrak ekonomi daerah.

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang menekankan pentingnya membangun sebuah ekosistem yang solid dan saling terintegrasi dalam memajukan sektor ekonomi kreatif (ekraf) lokal.

Kebijakan ini ditujukan agar para pelaku industri kreatif di Lumajang tidak berjalan secara parsial atau sendiri-sendiri, melainkan bergerak dalam satu rantai nilai yang saling menguatkan dari hulu ke hilir.

Arahan tersebut dipaparkan secara langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam agenda pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kabupaten Lumajang yang diselenggarakan di Pendopo Arya Wiraraja, Minggu (3/5/2026) malam.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah ini menggarisbawahi bahwa hambatan terbesar dalam pengembangan sektor ekraf saat ini bukanlah minimnya ide atau potensi produk, melainkan belum tersedianya sistem jaringan yang mampu menghubungkan antarpelaku usaha secara efektif. Kondisi tersebut memicu tersendatnya akses pasar yang luas dan berkelanjutan bagi produk-produk lokal.

“GEKRAFS harus menjadi motor penggerak yang mampu membangun ekosistem ekonomi kreatif yang terintegrasi. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, harus saling terhubung dan saling menguatkan,” tegasnya saat memberikan sambutan.

Dalam konsep pembangunan ekonomi yang dipaparkannya, ekosistem yang ideal wajib menyatukan empat elemen krusial secara simultan:

  • Proses Produksi: Peningkatan kualitas dasar produk kreatif.

  • Inovasi: Pengembangan kreativitas agar produk memiliki keunikan dan daya saing.

  • Promosi: Pengenalan produk secara masif melalui berbagai lini media.

  • Distribusi: Kepastian akses yang mempertemukan produk langsung dengan konsumen atau pasar yang tepat.

Bunda Indah meyakini, melalui keterhubungan yang matang, setiap subsektor ekraf akan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang jauh lebih masif bagi wilayah Lumajang.

“Ketika pelaku kreatif terhubung, maka inovasi akan tumbuh, pasar akan terbuka, dan dampak ekonominya akan jauh lebih besar,” lanjutnya.

Lebih lanjut, GEKRAFS dituntut untuk menjalankan peran strategisnya sebagai wadah kolaborasi yang inklusif. Organisasi ini diharapkan dapat memosisikan diri sebagai jembatan penumpu yang menghubungkan para pelaku kreatif lokal dengan pihak birokrasi pemerintahan, sektor swasta, serta berbagai pemangku kepentingan strategis lainnya.

“Bangun kolaborasi yang kuat, hadirkan program yang konkret, dan pastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh pelaku ekonomi kreatif,” pinta Bupati.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan akan membuka ruang sinergi lintas sektoral dengan menggerakkan berbagai Perangkat Daerah (PD) terkait.

Langkah ini disiapkan guna memperkuat program pembinaan, pendampingan manajemen, hingga pembukaan akses pasar baru yang lebih luas, sehingga ekonomi kreatif dapat menjelma sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *