4.293 Warga Lumajang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu, Penyaluran Berlangsung hingga Awal Oktober
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Sebanyak 4.293 warga Kabupaten Lumajang mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026. Setiap penerima memperoleh Rp600 ribu, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp2,5758 miliar.
Penyaluran dilakukan secara bertahap hingga awal Oktober 2026. Pemerintah Kabupaten Lumajang juga mengupayakan titik pembagian berada lebih dekat dengan tempat tinggal penerima agar warga tidak harus menempuh perjalanan jauh untuk mengambil bantuan.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lumajang, Indriono Krishna Murti, menjelaskan BLT tersebut menyasar beberapa kelompok yang telah ditetapkan dalam program.
“Penerima DBHCHT ini sebanyak 4.293 orang. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh pabrik rokok, masyarakat miskin, dan masyarakat yang terdampak erupsi Semeru,” ujar Indriono, Rabu (10/9/2026).
Dari keseluruhan penerima, kelompok terbesar berasal dari sektor tembakau. Sebanyak 3.525 orang tercatat sebagai petani tembakau, atau sekitar 82 persen dari total penerima.
Selain itu, bantuan diberikan kepada 250 buruh pabrik rokok, 268 warga dari kelompok masyarakat miskin, serta 250 warga terdampak erupsi Gunung Semeru.
Data Penerima Diverifikasi Sebelum Bantuan Disalurkan
Sebelum proses pencairan, Dinsos P3A melakukan pendataan dan verifikasi calon penerima. Tahapan tersebut dilakukan dengan melibatkan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), terutama untuk memastikan penerima dari sektor tembakau sesuai dengan data dan kriteria program.
“Untuk mekanismenya, kami melakukan pendataan dan verifikasi yang bekerja sama dengan APTI. Pemberiannya digunakan di bulan ini,” jelas Indriono.
Verifikasi menjadi tahapan penting karena BLT DBHCHT tidak dibagikan secara umum kepada seluruh warga. Bantuan ditujukan kepada kelompok yang masuk dalam sasaran program berdasarkan data yang telah diperiksa.
Setelah proses tersebut selesai, penyaluran dilakukan berdasarkan jadwal dan wilayah masing-masing.
“Kita lakukan secara bertahap dan terjadwal. Kita dekatkan dengan rumah masing-masing sampai dengan awal Oktober,” katanya.
Dampak & Poin Penting Bagi Warga
- Jumlah penerima mencapai 4.293 orang di Kabupaten Lumajang.
- Setiap penerima mendapat Rp600 ribu, dengan total anggaran sekitar Rp2,5758 miliar.
- Sebanyak 3.525 penerima merupakan petani tembakau, menjadikannya kelompok penerima terbesar.
- Bantuan juga menjangkau 250 buruh pabrik rokok, 268 masyarakat miskin, dan 250 warga terdampak erupsi Semeru.
- Penyaluran berlangsung bertahap hingga awal Oktober 2026, mengikuti jadwal masing-masing wilayah.
- Lokasi pembagian diupayakan lebih dekat dengan rumah penerima untuk mengurangi beban perjalanan warga.
- Penerima telah melalui proses pendataan dan verifikasi sebelum bantuan diberikan.
Bagi masyarakat penerima, bantuan Rp600 ribu tersebut dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sesuai prioritas masing-masing. Sementara bagi pemerintah, ketepatan data dan akses penyaluran menjadi bagian penting agar bantuan benar-benar sampai kepada kelompok yang ditetapkan.
Dengan pola penyaluran bertahap dan titik pembagian yang didekatkan ke wilayah penerima, Pemkab Lumajang berupaya membuat proses distribusi lebih mudah dijangkau sekaligus tetap berbasis pada data yang telah diverifikasi. (may)
