115 Mahasiswa Lumajang Lolos Verifikasi Awal Bantuan Pendidikan, Seleksi Berlanjut
Lumajang (mediacenterlumajang.com) -nSebanyak 115 mahasiswa dari 119 pendaftar bantuan biaya pendidikan Pemerintah Kabupaten Lumajang dinyatakan dapat mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Proses verifikasi masih terus dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada mahasiswa yang sesuai kriteria dan benar-benar membutuhkan.
Verifikasi administrasi tersebut dilakukan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lumajang sejak 21 September hingga 2 Oktober 2026.
Program bantuan pendidikan ini ditujukan bagi mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu yang memiliki prestasi akademik serta berhasil diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos P3A Kabupaten Lumajang Saiful Bachri mengatakan, dari total pendaftar, terdapat empat orang yang tidak melanjutkan proses seleksi.
Tiga pendaftar mengundurkan diri, sementara satu pendaftar lainnya masih perlu dilakukan penyesuaian data setelah ditemukan perbedaan informasi terkait tingkat kesejahteraan keluarga.
“Ada sekitar tiga orang mengundurkan diri,” ujar Saiful saat dikonfirmasi, Selasa (7/10/2026).
Untuk satu pendaftar yang masih diverifikasi, Saiful menjelaskan terdapat perbedaan antara data desil kesejahteraan yang tercantum dalam dokumen pendaftaran dengan hasil pengecekan pada sistem.
“Di berkasnya menyampaikan desil 5, setelah kami cek di aplikasi ternyata desilnya berubah. Ini yang perlu kami lakukan verifikasi ulang,” jelasnya.
Verifikasi Lapangan Jadi Tahap Penting Menentukan Penerima
Setelah proses administrasi selesai, Dinsos P3A Lumajang akan melanjutkan tahapan verifikasi lapangan. Petugas akan mendatangi rumah calon penerima untuk mencocokkan data yang tercantum dalam dokumen dengan kondisi sebenarnya.
Langkah tersebut dilakukan agar keputusan penerima bantuan tidak hanya berdasarkan dokumen administratif, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi keluarga secara langsung.
Menurut Saiful, verifikasi lapangan diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai calon penerima bantuan.
“Harapannya bisa ketemu orangnya, kemudian verifikasi kami laksanakan dengan sebaik-baiknya untuk memperoleh data yang utuh, valid dan tepat sasaran sesuai dengan program ini,” katanya.
Bantuan Kuliah Diprioritaskan untuk Mahasiswa dari Keluarga Kurang Mampu
Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Lumajang menyediakan kuota bantuan pendidikan bagi 77 mahasiswa. Program ini diarahkan untuk membantu mahasiswa baru yang memiliki potensi akademik namun menghadapi keterbatasan biaya pendidikan.
Setiap mahasiswa penerima bantuan akan memperoleh dukungan sebesar Rp6 juta per semester. Dana tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pendidikan selama menempuh studi di perguruan tinggi.
Dalam proses seleksi, kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu aspek penting yang diperhatikan. Pemerintah memanfaatkan data kesejahteraan melalui kelompok desil untuk menentukan prioritas penerima.
Kelompok desil menggambarkan posisi kesejahteraan rumah tangga berdasarkan data sosial ekonomi. Dalam program ini, calon penerima dari kelompok desil 1 hingga desil 5 menjadi prioritas utama.
Seleksi Berjenjang untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Proses penerimaan bantuan pendidikan dilakukan melalui beberapa tahapan agar program dapat berjalan secara akuntabel. Verifikasi administrasi menjadi tahap awal untuk memastikan kelengkapan dan kesesuaian data yang diajukan.
Selanjutnya, verifikasi lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi calon penerima sesuai dengan informasi yang diberikan saat pendaftaran.
Dengan proses seleksi yang berjenjang, pemerintah daerah berupaya menjaga agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh mahasiswa yang memenuhi persyaratan.
Bagi mahasiswa dan keluarga penerima, program ini diharapkan tidak hanya membantu dari sisi biaya, tetapi juga membuka kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Melalui verifikasi yang dilakukan secara bertahap, Pemkab Lumajang memastikan bantuan pendidikan tidak sekadar tersalurkan, tetapi memberikan manfaat kepada mahasiswa yang membutuhkan dan memiliki peluang untuk berkembang melalui pendidikan. (may)
