Sumbang 31 Persen PDRB, Bupati Lumajang Dorong Hilirisasi Pertanian Masuk Pasar Global

0
Sumbang 31 Persen PDRB, Bupati Lumajang Dorong Hilirisasi Pertanian Masuk Pasar Global

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen merombak wajah sektor agraria daerah agar tidak sekadar menjadi basis budidaya (on-farm) komoditas mentah. Pemkab Lumajang kini mengarahkan kebijakan makro pertanian menuju era industrialisasi dan modernisasi guna mendongkrak nilai tambah produk serta memperkuat daya saing para petani lokal di pasar internasional.

Strategi transformasi ekonomi berbasis agraria tersebut dipaparkan secara rinci oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lumajang, Senin (15/6/2026). Penjelasan ini menjadi poin krusial dalam agenda Jawaban Pemerintah atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran (TA) 2025.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah ini mengungkapkan, berdasarkan data indikator makro pembangunan daerah, sektor pertanian tercatat sebagai urat nadi utama daerah dengan kontribusi sebesar 31,98 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Lumajang.

“Pertanian bukan hanya sektor ekonomi terbesar di Lumajang, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak masyarakat. Karena itu, penguatan sektor ini harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produktivitas, teknologi pertanian, hingga pengembangan nilai tambah produk,” urai Bunda Indah di hadapan pimpinan dan anggota dewan.

Penguatan Infrastruktur dan Mekanisasi Pertanian

Guna menjawab tantangan efisiensi biaya produksi dan standardisasi mutu hasil panen, Pemkab Lumajang mengucurkan anggaran stimulan pada tahun anggaran 2026 untuk menggarap dua pilar infrastruktur utama di lapangan:

  • Jaringan Irigasi Tepat Guna: Pembangunan fisik sarana pengairan sawah secara masif di 9 lokasi strategis untuk menjaga indeks pertanaman.

  • Jalan Usaha Tani (JUT): Pembukaan dan pengerasan akses jalan produksi di 21 lokasi guna memperlancar mobilisasi pupuk dan hasil bumi.

Selain pemenuhan infrastruktur dasar, pemda juga terus mendistribusikan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) modern. Langkah mekanisasi ini dinilai krusial untuk memangkas waktu kerja pengolahan lahan hingga masa panen, sehingga margin keuntungan bersih yang diterima petani bisa meningkat secara signifikan.

Pisang Mas Kirana Tembus Program OCOP FAO

Satu prestasi internasional yang menjadi motor penggerak hilirisasi pertanian Lumajang adalah bersinarnya komoditas hortikultura unggulan, Pisang Mas Kirana. Produk asli bumi Semeru ini telah resmi masuk ke dalam bagian dari program global One Country One Priority Product (OCOP) yang difasilitasi langsung oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO).

Melalui payung kemitraan internasional ini, petani Pisang Mas Kirana di Lumajang mendapatkan pendampingan teknis mengenai tata cara budidaya ramah lingkungan, manajemen rantai pasok modern, hingga akses langsung ke jaringan pasar ekspor.

Bunda Indah menegaskan bahwa model hilirisasi dan integrasi seperti pada komoditas pisang ini akan direplikasi ke komoditas unggulan lain seperti kopi dan produk pangan lokal. Dengan dorongan teknologi, infrastruktur mantap, dan akses pasar yang terbuka, Pemkab Lumajang optimistis sektor pertanian akan tumbuh menjadi fondasi ekonomi yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu menyejahterakan kehidupan keluarga petani secara nyata. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *