Saiful Rijal Dorong Lumajang Perbanyak Turnamen untuk Cetak Atlet Muda Berprestasi
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Prestasi seorang atlet tidak hanya dibangun melalui latihan rutin, tetapi juga melalui pengalaman bertanding. Bagi atlet muda, kompetisi menjadi ruang penting untuk mengukur kemampuan, menghadapi tekanan, serta belajar dari lawan dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
Hal tersebut menjadi perhatian Saiful Rijal, atlet sepak takraw asal Kabupaten Lumajang yang baru saja mencatatkan prestasi di ajang Asian Games Aichi-Nagoya, Jepang. Setelah membawa pulang dua medali, yakni perak pada nomor kuadran putra dan perunggu pada nomor beregu putra, Saiful berharap kesempatan bertanding bagi atlet muda di daerah semakin diperluas.
Menurut Saiful, keberhasilan tampil di kompetisi internasional tidak datang secara instan. Perjalanan panjang, pengalaman dari berbagai pertandingan, serta proses menghadapi lawan menjadi bagian penting dalam membentuk seorang atlet.
Sebelum tampil di Asian Games, Saiful terlebih dahulu mengikuti kejuaraan World Cup di Malaysia sekitar empat bulan sebelumnya. Meski belum berhasil membawa pulang medali dari ajang tersebut, pengalaman menghadapi atlet-atlet kuat menjadi bekal berharga saat menghadapi kompetisi di Jepang.
Beberapa lawan yang dihadapi dalam ajang World Cup Malaysia kembali tampil di Asian Games Aichi-Nagoya. Pengalaman tersebut membantu Saiful memahami karakter permainan lawan dan mempersiapkan strategi bersama tim hingga akhirnya mampu meraih dua medali.
Turnamen Lokal Jadi Ruang Pembinaan Atlet Muda
Bagi Saiful, prestasi yang diraih bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi dorongan agar ekosistem olahraga di Lumajang semakin berkembang.
Ia menilai atlet muda membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk bertanding agar kemampuan mereka dapat berkembang. Kompetisi secara rutin dapat membantu atlet memahami situasi pertandingan, mengevaluasi kekurangan, dan membangun mental menghadapi tekanan.
“Harapannya juga perbanyak turnamen yang dilakukan oleh Dispora atau KONI Lumajang biar ada generasi bibit baru yang bisa bertanding di kancah nasional maupun internasional,” ujar Saiful, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, pembinaan atlet tidak cukup hanya melalui latihan. Tanpa pengalaman pertandingan, atlet akan kesulitan mengukur perkembangan kemampuan mereka dibandingkan pesaing dari daerah lain.
Saiful juga mengajak generasi muda Lumajang untuk terus berlatih dan memiliki keberanian mengejar prestasi. Ia berharap atlet muda masa kini mampu melampaui pencapaian generasi sebelumnya.
“Harapan ke depannya untuk generasi muda Lumajang, kalian bisa lebih baik dari generasi yang sebelumnya,” katanya.
Harapan Saiful menunjukkan bahwa keberhasilan olahraga tidak hanya bergantung pada kemampuan individu seorang atlet. Di balik sebuah prestasi, terdapat proses panjang yang melibatkan latihan, pengalaman kompetisi, serta dukungan lingkungan olahraga.
Dengan semakin banyaknya kesempatan bertanding, atlet muda Lumajang diharapkan memiliki jalur pengembangan yang lebih jelas untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang lebih luas. (may)
