Masa Panen Singkat 8–11 Bulan, HKTI Lumajang Dorong Petani Optimalkan Budidaya Pisang Cavendish

0
Masa Panen Singkat 8–11 Bulan, HKTI Lumajang Dorong Petani Optimalkan Budidaya Pisang Cavendish

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Akselerasi pengembangan pisang Cavendish di Kabupaten Lumajang tidak sekadar berfokus pada perluasan areal tanam, melainkan juga pada peningkatan efisiensi dan kapasitas produksi petani.

Karakteristik pisang Cavendish yang tergolong genjah—dengan siklus panen ideal berkisar antara 8 hingga 11 bulan—membutuhkan ketelitian manajemen budidaya agar mampu memenuhi permintaan pasar secara konstan.

Kepastian masa panen yang relatif singkat ini menjadi modal krusial bagi para petani dalam merancang rotasi tanam serta kalkulasi arus kas usaha tani.

Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang, Jamaluddin, menekankan pentingnya pemahaman siklus tumbuh tanaman sejak awal penanaman.

“Kalau kondisi normal, pisang Cavendish bisa dipanen sekitar delapan sampai 11 bulan,” terang Jamaluddin, Rabu (2/9/2026).

Manajemen Budidaya Konsisten untuk Mutu Buah Skala Industri

Untuk mengamankan tingkat produktivitas yang stabil, keahlian teknis petani dalam mengelola unsur hara, irigasi, pemangkasan anak tanaman (ratur), hingga penjarangan jantung pisang menjadi syarat mutlak. Kualitas fisik kulit dan tonase janjang pisang sangat dipengaruhi oleh konsistensi perawatan selama fase vegetatif hingga generatif.

Pengelolaan terencana ini juga mencegah terjadinya lonjakan panen raya yang tidak teratur (overproduction) yang berpotensi memicu anjloknya harga di tingkat lokal.

Dengan memadukan potensi pasokan Cavendish dan pisang Mas Kirana, Kabupaten Lumajang berpeluang besar memperkuat daya saing sektor hortikultura daerah di pasar ritel modern maupun ekspor.

“Siklus panen sekitar 8 hingga 11 bulan membutuhkan kesabaran, perencanaan, dan pemeliharaan yang konsisten agar budidaya ini tidak hanya memperluas areal tanam, tetapi juga menghasilkan produksi yang berkualitas dan berkelanjutan,” pukasnya.

Dampak & Poin Penting Bagi Warga:

  • Estimasi Waktu Panen Terukur: Tanaman siap dipetik pada usia 8–11 bulan sejak penanaman bibit, memberikan kepastian perputaran modal usaha bagi petani.

  • Standarisasi Pemeliharaan Lahan: Mendorong petani menerapkan teknik pemupukan berimbang, sanitasi lahan, dan pembungkusan tandan (wrapping) untuk mencegah hama thrips/bercak buah.

  • Pasokan Kontinu ke Mitra Pasar: Perencanaan waktu tanam yang berjenjang menjaga ketersediaan stok pisang segar untuk rantai pasok industri dan pasar swalayan.

  • Peningkatan Pendapatan Keluarga Tani: Produktivitas yang optimal berbanding lurus dengan peningkatan efisiensi lahan harian dan kesejahteraan ekonomi rumah tangga petani.

(may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *