Lumajang Jadi Tuan Rumah PORSADIN VII Jatim, Ribuan Santri Berlaga di Stadion Semeru
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Ribuan santri perwakilan Madrasah Diniyah Takmiliyah dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur memadati Stadion Semeru Kabupaten Lumajang dalam rangka Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VII Tingkat Provinsi Jawa Timur, Jumat (25/9/2026).
Terpilihnya Kabupaten Lumajang sebagai tuan rumah penyelenggaraan perhelatan akbar ini menjadi momentum berharga untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus wadah unjuk bakat seni dan olahraga antarsantri se-Jawa Timur.
Bupati Lumajang menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Jawa Timur kepada daerahnya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang dan seluruh masyarakat Lumajang, saya mengucapkan selamat datang kepada ribuan santri dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur,” ujar Bupati saat memberikan sambutan selamat datang.
Ajang Pembentukan Karakter dan Silaturahmi Antarsantri
Bupati menekankan bahwa gelaran PORSADIN VII bukan semata-mata mencari pemenang perlombaan, melainkan juga bagian integral dari penanaman karakter mulia, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan di kalangan generasi muda pesantren.
Para peserta diimbau untuk bertanding secara jujur, menghargai sesama kompetitor, dan menjadikan ajang ini sebagai sarana memperluas jaringan silaturahmi.
“Bertandinglah dengan sportif, tunjukkan prestasi terbaikmu dengan senyum dan semangat persaudaraan,” pesan Bupati kepada seluruh kontingen.
Pemerintah Kabupaten Lumajang turut menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana, jajaran Kementerian Agama (Kemenag), Dewan Juri, aparat keamanan, hingga seluruh elemen masyarakat Lumajang yang berpartisipasi aktif menyukseskan perhelatan tingkat provinsi ini.
Dampak & Poin Penting Bagi Warga:
-
Tuan Rumah Ajang Provinsi: Kepercayaan besar bagi Kabupaten Lumajang memfasilitasi perhelatan olahraga dan seni santri se-Jawa Timur.
-
Pengembangan Bakat Santri: Membuka ruang bagi para santri madrasah diniyah untuk mengasah potensi fisik, seni, dan kreativitas.
-
Penguatan Ukhuwah: Mempererat jaringan persaudaraan antarsantri serta pengelola lembaga pendidikan keagamaan antarwilayah.
-
Dampak Ekonomi Daerah: Kehadiran ribuan kontingen dan pendamping turut menggairahkan sektor hunian, kuliner, serta UMKM di Lumajang. (may)
