Bunda Indah Lantik 159 Kepala Sekolah Baru: Tekan Pemerataan Mutu Pendidikan di Seluruh Wilayah Lumajang
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat strategi pemerataan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar tidak lagi berpusat di kawasan urban. Langkah ini diwujudkan melalui perombakan dan penyegaran manajemen kepemimpinan pada ratusan lembaga instansi dasar yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan.
Kebijakan strategis tersebut ditandai dengan pelaksanaan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Agenda sakral ini dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, di Pendopo Arya Wiraraja, Kamis (11/6/2026).
Secara keseluruhan, terdapat 163 pejabat fungsional baru yang resmi mengemban tugas dinas. Komposisi pejabat yang diambil sumpahnya terdiri dari:
-
Sektor Pendidikan: 159 personel kepala sekolah (TK, SD, dan SMP).
-
Sektor Kesehatan: 3 personel kepala puskesmas.
-
Sektor Teknis: 1 fungsional yang diangkat kembali.
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah ini menegaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan ini didasarkan pada hasil evaluasi kompetensi objektif serta kebutuhan riil organisasi di lapangan. Pemda memosisikan penempatan tugas ini sebagai instrumen pemerataan hak anak untuk mendapatkan mutu pengajaran yang setara.
“Setiap daerah memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kepala sekolah yang baik dan memiliki kompetensi. Jabatan ini bukan sekadar promosi, tetapi amanah untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada masyarakat,” tegas Bunda Indah di hadapan para pejabat baru.
Pengabdian Tanpa Batas Geografis
Dalam arahannya, Bunda Indah juga mengapresiasi loyalitas para aparatur sipil negara (ASN) yang ditempatkan di wilayah pelosok atau jauh dari domisili asal. Ia sempat membagikan cerita inspiratif tentang dialognya dengan salah satu kepala sekolah baru yang tetap optimistis dan ikhlas meski harus mengabdi di wilayah pinggiran Lumajang.
Sikap adaptif dan dedikasi tinggi seperti itulah yang diharapkan menjadi standar moral bagi seluruh pimpinan satuan pendidikan. Kepala sekolah era modern dituntut tidak sekadar piawai dalam urusan administrasi sekolah, melainkan harus mampu menjadi manajer perubahan (agent of change) yang inovatif bagi para peserta didik.
“Jalani amanah ini dengan ikhlas dan penuh rasa syukur. Penempatan tugas adalah bentuk kepercayaan yang diberikan kepada kita untuk mengabdi di mana pun masyarakat membutuhkan pelayanan terbaik,” imbuhnya.
Harmonisasi Sektor Layanan Dasar
Pemkab Lumajang sengaja menyatukan pelantikan kepala sekolah dengan kepala puskesmas agar akselerasi indeks pembangunan manusia (IPM) daerah bisa berjalan beriringan. Kesehatan fisik masyarakat yang terjamin di tingkat desa akan mempermudah penyerapan ilmu pengetahuan yang diberikan di ruang-ruang kelas.
Melalui regenerasi kepemimpinan fungsional ini, jalannya birokrasi di sekolah maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) diharapkan menjadi lebih responsif. Para pejabat baru ini ditargetkan menjadi motor penggerak utama dalam mencetak generasi muda Lumajang yang unggul, berkarakter mulia, serta memiliki daya saing tinggi.
