Operasi SAR Nelayan Hilang di Lumajang Ditutup Setelah 7 Hari, Korban Belum Ditemukan
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Kecelakaan laut yang melibatkan perahu nelayan Tuan Muda di perairan selatan Kabupaten Lumajang menyebabkan dua awak selamat dan satu lainnya belum ditemukan. Setelah melakukan pencarian melalui jalur laut dan darat selama tujuh hari, Tim SAR Gabungan resmi menutup operasi pencarian pada Selasa (20/10/2026). Korban yang belum ditemukan adalah Rizky Andi Dhermawan (33), warga Kabupaten Banyuwangi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, tiga nelayan sedang dalam perjalanan pulang menuju Plawangan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, setelah mencari ikan di perairan Jaten, Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, Lumajang.
Ombak besar menghantam perahu hingga terbalik. Ketiga awaknya terjatuh ke laut dan terseret arus menuju kawasan selatan menara pantau TNI AU di AWR, Desa Pandanwangi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, sebelumnya menjelaskan bahwa dua nelayan berhasil selamat dan mendapatkan penanganan medis di puskesmas sebelum dipulangkan. Sementara itu, satu awak lainnya dinyatakan hilang. Perahu yang mereka gunakan ditemukan terdampar di pesisir Pandanwangi.
Tim Gabungan Perluas Penyisiran Darat dan Laut
Sejak laporan kejadian diterima, pencarian melibatkan sejumlah unsur, termasuk BPBD Lumajang, Basarnas Kantor SAR Banyuwangi, TNI, Polri, relawan, nelayan setempat, serta pihak lain yang membantu operasi.
Penyisiran dilakukan di sejumlah titik pesisir dan perairan. Area pencarian mencakup kawasan Pantai Dampar, Pantai Watu Godek, Muara Kaliglidik, hingga perairan Watu Pecak dan AWR Pandanwangi. Tim juga mengevaluasi hasil penyisiran untuk menentukan sektor pencarian berikutnya.
Kondisi laut menjadi salah satu tantangan selama operasi. Gelombang yang cukup tinggi mengharuskan petugas mempertimbangkan keselamatan personel ketika melakukan pencarian menggunakan sarana laut.
Memasuki hari ketujuh, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Berdasarkan laporan resmi BPBD Kabupaten Lumajang, operasi SAR kemudian dihentikan sesuai prosedur pencarian dan pertolongan yang berlaku. Hingga penutupan operasi, Rizky belum ditemukan.
Dampak & Poin Penting Bagi Warga
- Dua nelayan selamat: keduanya telah mendapatkan pemeriksaan medis dan dipulangkan ke daerah asal.
- Satu nelayan belum ditemukan: korban bernama Rizky Andi Dhermawan, berusia 33 tahun, berasal dari Kabupaten Banyuwangi.
- Operasi SAR telah ditutup: pencarian intensif selama tujuh hari berakhir pada 20 Oktober 2026.
- Kondisi laut perlu diwaspadai: gelombang dan arus kuat menjadi faktor risiko bagi nelayan yang beraktivitas di perairan selatan.
- Informasi lanjutan perlu diverifikasi: perkembangan setelah penutupan operasi harus merujuk pada keterangan resmi petugas berwenang.
Peristiwa ini kembali menunjukkan risiko yang dihadapi nelayan ketika beraktivitas di perairan selatan. Informasi cuaca dan kondisi gelombang, kesiapan perlengkapan keselamatan, serta koordinasi saat melaut menjadi aspek penting untuk mengurangi risiko kecelakaan. Sementara itu, informasi mengenai korban dan tindak lanjut penanganan perlu mengikuti pembaruan resmi dari instansi terkait. (may)
