Pelabuhan Watu Godek Lumajang Disiapkan untuk Perkuat Pendataan Hasil Laut Nelayan
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Potensi perikanan laut Kabupaten Lumajang selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat pesisir. Namun, belum adanya fasilitas pendaratan ikan yang mampu menjadi titik pencatatan terpusat membuat data hasil tangkapan nelayan belum sepenuhnya terdokumentasi secara optimal.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang menyiapkan rencana pembangunan pelabuhan di Pantai Watu Godek, Kecamatan Tempursari. Fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya mendukung aktivitas nelayan, tetapi juga membantu pemerintah memperoleh data produksi perikanan yang lebih akurat sebagai dasar pengembangan sektor kelautan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, mengatakan saat ini rencana pembangunan masih berada dalam tahap persiapan administrasi dan peninjauan lokasi. Pemerintah daerah telah mengirimkan surat kepada Kementerian Kehutanan pada awal 2026, yang kemudian diteruskan kepada Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Yogyakarta untuk proses lanjutan.
“Dalam waktu dekat, bulan Oktober ini, tim BPKH Yogyakarta akan melakukan survei lokasi. Tahapan ini perlu dilakukan karena lokasi yang direncanakan berada di Kawasan Hutan Dalam Pengelolaan Khusus (KHDPK),” ujar Yuli, Jumat (9/10/2026).
Survei tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kondisi kawasan, status pemanfaatan lahan, serta pemenuhan ketentuan sebelum pembangunan dapat dilanjutkan. Pemerintah daerah masih harus menyelesaikan sejumlah persyaratan sesuai aturan yang berlaku.
Pelabuhan Diharapkan Jadi Pusat Data Perikanan Tangkap Lumajang
Selain proses peninjauan kawasan, Pemkab Lumajang juga telah mengusulkan pembangunan pelabuhan tersebut agar dapat masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN). Pengajuan dilakukan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) untuk mengikuti mekanisme yang telah ditentukan.
Menurut Yuli, salah satu manfaat utama yang ingin dicapai melalui pembangunan pelabuhan adalah tersedianya sistem pendataan hasil tangkapan nelayan secara lebih terstruktur.
Selama ini, aktivitas perikanan tangkap di Lumajang tersebar di beberapa wilayah pesisir, seperti Tempursari, Pasirian, Dampar, Selok Awar-Awar, dan Yosowilangun. Namun, hasil tangkapan nelayan belum seluruhnya tercatat melalui satu sistem pendaratan yang terintegrasi.
“Potensi perikanan laut Lumajang sebenarnya cukup besar. Dengan adanya pelabuhan, hasil tangkapan nelayan diharapkan dapat tercatat secara lebih pasti sehingga potensi perikanan yang kita miliki bisa dikelola secara optimal,” katanya.
Dengan adanya fasilitas pendukung, pemerintah dapat memiliki gambaran lebih jelas mengenai jumlah produksi, jenis hasil tangkapan, serta perkembangan sektor perikanan tangkap. Data tersebut nantinya dapat menjadi bahan dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat bagi masyarakat pesisir.
Rencana pembangunan Pelabuhan Watu Godek menjadi salah satu upaya Pemkab Lumajang dalam mengoptimalkan potensi laut daerah. Namun, realisasi proyek tersebut masih bergantung pada penyelesaian tahapan administrasi, kesesuaian kawasan, serta keputusan pada proses lanjutan.
Jika pembangunan dapat diwujudkan, keberadaan pelabuhan diharapkan mampu menjadi pendukung aktivitas nelayan sekaligus memperkuat pengelolaan sektor perikanan tangkap agar lebih terukur dan berkelanjutan. (may)
