Kebakaran Hutan Argosari Berjarak 3 Km dari Permukiman, Petugas Buat Sekat Bakar
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Kebakaran hutan di Blok Jantur, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang masih menjadi perhatian petugas karena titik api diperkirakan berada sekitar tiga kilometer dari permukiman. BPBD bersama unsur gabungan kini memprioritaskan penyekatan agar api tidak bergerak menuju rumah warga maupun lahan pertanian.
Api terpantau sejak Minggu (13/9/2026) malam. Hingga Senin (14/9/2026), kebakaran dilaporkan masih berlangsung dengan area terdampak sekitar dua hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan jarak kebakaran dengan kawasan tempat tinggal masyarakat menjadi salah satu faktor yang terus dipantau.
“Api saat ini masih menyala. Kalau diperkirakan, jaraknya ke permukiman sekitar tiga kilometer. Itu yang kita waspadai agar jangan sampai api merembet ke permukiman atau lahan pertanian warga,” katanya.
Pengendalian kebakaran tidak hanya diarahkan pada titik api. Petugas juga berupaya menjaga kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat agar tidak ikut terdampak jika arah penyebaran api berubah.
Lahan pertanian menjadi perhatian karena sebagian warga sekitar bergantung pada aktivitas pertanian. Apabila kebakaran meluas, dampaknya tidak hanya menyangkut vegetasi hutan, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap sumber penghidupan masyarakat.
Medan Curam Membatasi Pemadaman Langsung
Penanganan di Blok Jantur menghadapi kendala geografis. Lokasi kebakaran berada di kawasan pegunungan dengan medan curam, sehingga tidak semua titik dapat dijangkau petugas melalui jalur darat.
Kondisi tersebut membuat pemadaman manual secara langsung sulit dilakukan. Karena itu, petugas memilih memperkuat sekat bakar di lokasi yang masih memungkinkan untuk diakses.
“Untuk melakukan pemadaman secara manual cukup berat. Karena itu, kita melakukan penyekatan yang bisa ditempuh melalui darat. Petugas juga kita minta untuk tetap berhati-hati,” ujar Isnugroho.
Sekat bakar dibuat dengan tujuan memutus atau memperlambat jalur rambatan api. Strategi tersebut penting ketika petugas tidak dapat mendekati seluruh titik kebakaran secara langsung karena faktor keselamatan dan kondisi medan.
Dampak & Poin Penting Bagi Warga
- Titik kebakaran diperkirakan sekitar tiga kilometer dari permukiman, sehingga arah pergerakan api terus dipantau.
- Sekitar dua hektare kawasan hutan terdampak berdasarkan pemantauan BPBD Lumajang.
- Permukiman dan lahan pertanian menjadi kawasan yang diprioritaskan untuk dilindungi dari potensi rambatan api.
- Medan curam membatasi akses petugas, sehingga pemadaman langsung tidak dapat dilakukan di seluruh titik.
- Sekat bakar menjadi strategi utama untuk memperlambat dan membatasi penyebaran kebakaran.
- Keselamatan petugas tetap menjadi pertimbangan, terutama saat bekerja di kawasan pegunungan dengan akses terbatas.
BPBD Lumajang terus melakukan pemantauan berkala dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk menyesuaikan langkah penanganan dengan kondisi api di lapangan.
Selama kebakaran masih berlangsung, fokus petugas bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan rambatannya tidak mendekati kawasan yang digunakan masyarakat untuk tinggal maupun bekerja.
