Antisipasi Kemarau, DKPP Lumajang Fasilitasi Pupuk NPK hingga Pestisida untuk Tani Hortikultura
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Menghadapi tantangan cuaca ekstrem pada musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memperkuat alokasi bantuan dan fasilitasi sarana produksi pertanian (saprodi) bagi kelompok tani hortikultura. Langkah ini diambil untuk memastikan pemenuhan nutrisi tanaman sekaligus meminimalisir risiko serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).
Kepala Bidang Hortikultura DKPP Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, menyampaikan bahwa pasokan sarana yang disiapkan mencakup obat-obatan pertanian, pestisida nabati, asam humat, hingga pupuk NPK.
Penyaluran fasilitas ini dirancang berbasis kebutuhan lapangan dengan menekankan pada prosedur pengajuan resmi dari kelompok tani (poktan) terdaftar.
“Sepanjang sesuai SOP, kelompok tani mengajukan melalui kelompoknya, nanti kami fasilitasi. Termasuk kalau diperlukan gerakan pengendalian secara massal,” ujar Hendra Suwandaru, Senin (14/9/2026).
Fokus Komoditas Cabai dan Gerakan Pengendalian Massal
Hendra menguraikan bahwa pengawasan intensif diprioritaskan pada komoditas rentan seperti cabai rawit dan cabai merah besar yang memerlukan pengelolaan tingkat kelembaban serta nutrisi tanah yang terukur selama kemarau. Sementara itu, untuk komoditas hortikultura dataran tinggi seperti kentang, kondisinya dinilai relatif stabil.
“Untuk kentang relatif aman. Yang penting bagaimana kita bersama-sama menjaga tanaman melalui pengendalian dan pemenuhan kebutuhan pertaniannya,” imbau Hendra.
Selain penyaluran bantuan sarana secara parsial, DKPP Lumajang juga menyiagakan skema Gerakan Pengendalian Massal jika ditemukan ancaman hama serempak dalam satu kawasan hamparan pertanian warga.
Dampak & Poin Penting Bagi Warga:
-
Bantuan Saprodi Terpadu: Penyediaan pupuk NPK, asam humat, pestisida nabati, dan obat tani untuk menjaga stamina tanaman hortikultura.
-
Prosedur Pengajuan Sesuai SOP: Poktan dapat mengusulkan kebutuhan kelompok secara kolektif kepada pihak DKPP Lumajang.
-
Perlindungan Komoditas Strategis: Pengawasan khusus difokuskan pada tanaman cabai rawit dan cabai merah besar dari ancaman kekeringan dan hama.
-
Opsi Opsi Gerakan Massal: Kesiapan tim POPT/DKPP menerjunkan gerakan penanganan Hama/OPT secara serentak di kawasan terdampak. (may)
