Padam Total Usai Diguyur Hujan dan TMC, Kebakaran TNBTS Lumajang Hanguskan 1.807 Hektare
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Setelah hampir dua pekan menjadi fokus operasi darurat, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akhirnya dinyatakan padam total per Minggu, 6 September 2026. Kendati api telah padam, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang tetap disiagakan di lapangan untuk melakukan pemantauan intensif (pendinginan) guna mengantisipasi kemunculan bara api susulan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengonfirmasi kondisi terkini kawasan konservasi tersebut berdasarkan hasil penyisiran tim satgas darat.
“Berdasarkan informasi dari petugas BPBD yang kami terjunkan di TNBTS, alhamdulillah api di kawasan TNBTS sudah dapat dikendalikan,” terang Isnugroho, Senin (7/9/2026).
Operasi Modifikasi Cuaca dan Hujan Alami Percepat Pemadaman
Proses pemadaman karhutla yang membara sejak 26 Agustus 2026 ini berhasil dipercepat berkat perpaduan strategi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan faktor alam. Operasi penyemaian awan (TMC) yang dilaksanakan sejak 4 September 2026 terbukti efektif memicu turunnya hujan berintensitas ringan di area terdampak dari siang hingga malam hari.
Berdasarkan kalkulasi data asesmen akhir petugas TNBTS, total Luasan area vegetasi yang terdampak kobaran api dalam insiden ini diperkirakan mencapai 1.807 hektare.
“Dengan kondisi itu, alhamdulillah kondisi di TNBTS sudah bisa terkendali,” imbuh Isnugroho.
Fokus penanganan kini dialihkan pada fase pascabencana, mencakup pemantauan kondisi ekosistem, asesmen kerusakan vegetasi, serta koordinasi terkait pembukaan kembali akses kawasan secara bertahap dan aman bagi publik.
Dampak & Poin Penting Bagi Warga:
-
Status Api Padam: Seluruh titik api (hotspot) utama di kawasan TNBTS resmi padam dan dalam tahap pendinginan darat.
-
Total Luas Terdampak: Kebakaran hutan yang berlangsung selama 12 hari menghanguskan sekitar 1.807 hektare lahan vegetasi.
-
Dukungan TMC & Hujan: Keberhasilan pemadaman dipicu oleh efektivitas Operasi Modifikasi Cuaca (TMC) dan guyuran hujan alami.
-
Pemantauan Lanjutan: Petugas gabungan tetap melakukan penyisiran lokasi untuk memastikan tidak ada sisa bara di bawah serasah kering.
(may)
