Targetkan Perluasan Tanam 300 Hektare, HKTI Lumajang Pacu Potensi Budidaya Pisang Cavendish

0
Targetkan Perluasan Tanam 300 Hektare, HKTI Lumajang Pacu Potensi Budidaya Pisang Cavendish

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah daerah bersama para pelaku sektor pertanian di Kabupaten Lumajang resmi mencanangkan program percepatan perluasan komoditas hortikultura unggulan. Pengembangan budidaya pisang Cavendish ditargetkan mampu menembus total luasan tanam hingga 300 hektare secara bertahap guna mendongkrak perekonomian petani skala kecil.

Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang, Jamaluddin, mengungkapkan bahwa luasan budidaya eksistensi pisang Cavendish saat ini baru berkisar di angka 35 hektare.

Untuk merealisasikan target jangka panjang tersebut, eksekusi pemetaan lahan difokuskan terlebih dahulu pada pemenuhan target perantara seluas 100 hektare.

“Target pengembangannya sekitar 300 hektare. Saat ini baru sekitar 35 hektare, sehingga masih ada ruang yang cukup besar untuk dikembangkan,” papar Jamaluddin, Rabu (2/9/2026).

Pemetaan 6 Kecamatan Sentra dan Sinergi Komoditas Unggulan

Skema perluasan kawasan tanaman ini menggabungkan teknik intensifikasi lahan eksisting dan optimasi lahan pertanian baru. HKTI telah mengidentifikasi enam wilayah kecamatan strategis sebagai zona fokus pengembangan, yakni Kecamatan Jatiroto, Sukodono, Randuagung, Kunir, Rowokangkung, dan Tempeh.

Kepemilikan lahan rata-rata petani penggarap yang berada di kisaran 2 hingga 3 hektare membuktikan bahwa komoditas bernilai jual tinggi ini ramah diadopsi oleh petani berskala menengah ke bawah.

Langkah ekspansi pasar ini dirancang untuk mendampingi keberadaan pisang Mas Kirana yang selama ini telah memegang reputasi sebagai komoditas ikonik Kabupaten Lumajang.

Melalui penerapan standar operasional budidaya (Standard Operating Procedure) yang baik, integrasi kedua varietas pisang unggulan ini diharapkan mampu mengokohkan status Lumajang sebagai lumbung komoditas hortikultura terkemuka di Jawa Timur.

Dampak & Poin Penting Bagi Warga:

  • Perluasan Ekosistem Usaha Tani: Menghadirkan alternatif komoditas hortikultura yang bernilai ekonomis tinggi serta memiliki kepastian pasar bagi para petani lokal.

  • Penyebaran Enam Sentra Produksi: Lokasi tanam tersebar di Jatiroto, Sukodono, Randuagung, Kunir, Rowokangkung, dan Tempeh agar pertumbuhan ekonomi merata di kawasan pedesaan.

  • Dampingi Pisang Mas Kirana: Memperkuat keberagaman hasil panen buah-buahan Lumajang di pasar tingkat daerah maupun nasional.

  • Penciptaan Lapangan Kerja Baru: Menggerakkan rantai pasok pendukung seperti kebutuhan pupuk, bibit unggul, tenaga panen, hingga sektor logistik pengangkutan.

(may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *