Fokus Cegah Sebelum Sakit, Ketua TP PKK Lumajang Soroti Pentingnya Transformasi Layanan Kesehatan Primer

0
Fokus Cegah Sebelum Sakit, Ketua TP PKK Lumajang Soroti Pentingnya Transformasi Layanan Kesehatan Primer

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Paradigma pembangunan kesehatan nasional kini bertransisi secara fundamental. Jika orientasi sebelumnya lebih dominan pada tindakan kuratif (pengobatan), kini arah kebijakan secara masif digeser menuju pendekatan promotif (peningkatan) dan preventif (pencegahan) melalui deteksi dini serta edukasi perubahan perilaku hidup sehat.

Urgensi pergeseran paradigma tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penguatan Lintas Program dan Lintas Sektor Implementasi Pelayanan Kesehatan Primer dan Kesehatan Komunitas guna Mendukung Program Cek Kesehatan Gratis di Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang, Selasa (28/7/2026).

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa transformasi Layanan Primer (ILP) merupakan langkah fundamental untuk menekan angka kesakitan masyarakat secara berkesinambungan.

“Pelayanan kesehatan tentu sangat penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatannya. Sebagian besar kualitas kesehatan justru ditentukan oleh perilaku hidup sehari-hari,” urai Dewi Natalia.

Dewi Natalia mengungkapkan bahwa eskalasi ancaman penyakit tidak menular (PTM)—seperti hipertensi, diabetes melitus, dan kardiovaskular—sangat dipengaruhi oleh pola hidup modern. Kondisi ini membutuhkan respons sistemik yang berfokus pada penanganan pra-sakit.

Dalam hal ini, keberadaan Program Cek Kesehatan Gratis diposisikan sebagai instrumen kunci untuk memetakan faktor risiko medis warga di tingkat paling awal sebelum penyakit memburuk.

Guna memastikan transformasi ini berjalan efektif hingga tingkat tapak, TP PKK Kabupaten Lumajang menyatakan kesiapannya untuk terus bergerak sebagai garda edukasi di lingkungan keluarga dan Dasawisma.

Sinergi terpadu antara faskes, Pemkab Lumajang, dan kader PKK ini diharapkan mampu mengikis stigma bahwa puskesmas hanya didatangi saat sakit, sekaligus mengokohkan budaya pencegahan demi terwujudnya masyarakat Lumajang yang sehat, unggul, dan produktif. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *