Kader Desa Siapkan Jurus Putus Rantai Penularan TBC
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Akselerasi mewujudkan Indonesia bebas Tuberkulosis (TBC) tidak hanya bersandar pada layanan medis formal di fasilitas kesehatan, tetapi juga bertumpu pada peran vital kader kesehatan di tingkat tapak. Kader desa hadir langsung sebagai pendamping pasien, pemberi edukasi, hingga garda terdepan dalam pelacakan kasus secara dini.
Bentuk dukungan terhadap program percepatan eliminasi TBC ini ditunjukkan oleh Pemerintah Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang. Kader TBC Desa Wonorejo, Disse Aria Dewi, secara aktif mengikuti rapat koordinasi (rakor) persiapan pelaksanaan The Life Saving Facility and Community Based Service Delivery Support for Tuberculosis (FCSDS) di Puskesmas Kedungjajang, Jumat (24/7/2026).
Rakor yang dipimpin langsung oleh dr. Lidia bersama Pemegang Program TBC Puskesmas Kedungjajang, Irma Septiani Maulana, A.Md.Kep., diikuti oleh perwakilan kader TBC dari seluruh desa di wilayah kerja puskesmas. Pertemuan teknis ini digelar sebagai persiapan matang menjelang peluncuran program FCSDS yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Juli 2026 di Kantor Kecamatan Kedungjajang.
Melalui rakor ini, para kader dibekali penguatan materi mengenai mekanisme pendampingan minum obat bagi pasien, strategi penemuan kasus (case finding) secara aktif di pemukiman, hingga teknik komunikasi persuasif untuk menghapus stigma TBC di tengah masyarakat.
Dokter Lidia menegaskan bahwa kedekatan emosional kader dengan warga menjadi kunci utama keberhasilan pemutusan rantai penularan TBC.
“Keberhasilan pengendalian TBC tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan. Peran kader sangat penting dalam memberikan edukasi, mendampingi pasien, memantau kepatuhan pengobatan, serta membantu menemukan kasus sejak dini sehingga penularan dapat ditekan,” terang dr. Lidia.
Senada dengan hal tersebut, Irma Septiani Maulana menjelaskan bahwa skema FCSDS dirancang untuk mengintegrasikan layanan faskes, fasilitas berbasis komunitas, serta pemdes agar penanganan TBC dari hulu ke hilir berjalan lebih solid dan terukur.
Melalui sinergi terpadu ini, Pemdes Wonorejo berharap kapasitas kader kesehatan desa semakin tangguh sehingga penemuan dan pendampingan pasien TBC di wilayah Kedungjajang dapat dituntaskan secara presisi hingga sembuh total.
