Fasilitasi WiFi Gratis di Pantai Watu Pecak, Diskominfo Lumajang Manjakan Kreator Konten dan Dongkrak Transaksi QRIS UMKM
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Akselerasi ekosistem digital di Kabupaten Lumajang tidak hanya menyasar area perkantoran perkotaan, melainkan mulai diintegrasikan secara masif ke dalam panggung festival budaya di pesisir selatan.
Langkah taktis ini terbukti sukses memanjakan ribuan pasang mata yang memadati puncak Pagelaran Segoro Topeng Kaliwungu 2026 di destinasi wisata Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian.
Tak sekadar disuguhi kemegahan koreografi seni tari tradisional kolosal, para pengunjung, awak media, hingga konten kreator kini dimudahkan untuk menyiarkan secara langsung momen kebudayaan tersebut berkat adanya fasilitasi infrastruktur digital berupa jaringan internet nirkabel (WiFi) gratis.
Layanan internet publik gratis ini disediakan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) yang menggandeng Gonet Home sebagai mitra penyedia infrastruktur siber. Sejumlah titik pemancar (akses poin) disebar di area strategis guna menjamin kestabilan sinyal penonton maupun pelaku usaha harian.
Rudy (27), salah seorang pengunjung asal Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, mengaku sangat terbantu dengan adanya terobosan fasilitas umum ini. Jaringan internet yang andal membuatnya leluasa mengunggah konten siber tanpa perlu mencemaskan kuota seluler pribadi.
“Bagus sekali ada WiFi gratis. Jadi tidak khawatir kehabisan kuota saat mengunggah foto dan video. Saya juga sempat siaran langsung di media sosial supaya teman-teman bisa ikut melihat kemeriahan Segoro Topeng,” tutur Rudy semringah.
Dongkrak Omzet dan Transaksi Non-Tunai QRIS
Di samping memanjakan dahaga eksistensi para peselancar siber, dampak instan dari penetrasi WiFi gratis ini dirasakan langsung oleh puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membuka lapak di zona bazar festival.
Budi, salah satu perajin batik khas Lumajangan, menguraikan bahwa ketersediaan jaringan internet yang stabil di pinggir pantai merupakan jaminan kelancaran bertransaksi di era modern. Hal ini meminimalkan risiko kegagalan sistem pengiriman dana digital saat pembeli hendak membayar menggunakan kode QRIS.
“Alhamdulillah, ada pembeli yang membayar menggunakan QRIS. Internet juga membantu kami mempromosikan produk melalui media sosial sehingga lebih banyak orang mengenal batik Lumajangan,” kata Budi.
Strategi Sport and Culture Tourism Berbasis Partisipasi Masyarakat
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menjelaskan bahwa penyediaan draf layanan internet cuma-cuma ini merupakan komitmen konkret dari pemda untuk menghadirkan pelayanan publik yang adaptif dan responsif terhadap pergeseran gaya hidup digital masyarakat.
Menurutnya, di era keterbukaan informasi siber, strategi promosi pariwisata daerah yang paling efektif dan organik adalah dengan memanfaatkan kekuatan publikasi masif dari masyarakat itu sendiri (user-generated content).
“Kami ingin masyarakat dapat menikmati layanan internet dengan mudah selama mengikuti Segoro Topeng Kaliwungu. Akses internet ini tidak hanya mendukung pengunjung untuk berbagi informasi dan pengalaman selama festival, tetapi juga membantu pelaku UMKM memperluas promosi produk serta mempermudah transaksi digital. Semakin banyak konten positif yang dibagikan masyarakat, semakin luas pula potensi wisata dan budaya Lumajang dikenal publik,” urai Mustaqim dalam rilis tertulisnya, Senin (29/6/2026).
Lewat keterpaduan infrastruktur digital ini, perhelatan Segoro Topeng Kaliwungu 2026 tidak hanya sukses bertindak sebagai wadah konservasi seni tradisi, melainkan menjelma menjadi purwarupa ideal bagaimana pemanfaatan teknologi informasi mampu mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi digital, memperkuat transaksi inklusif UMKM, serta meluaskan jangkauan pasar pariwisata bumi Semeru ke kancah nasional. (may)
