Targetkan 205 Unit, Kodim 0821 Lumajang Kawal Rampungnya 52 Gedung Kopdes Merah Putih

0
Targetkan 205 Unit, Kodim 0821 Lumajang Kawal Rampungnya 52 Gedung Kopdes Merah Putih

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Program akselerasi kemandirian ekonomi berbasis kerakyatan di Kabupaten Lumajang terus menunjukkan tren progresif. Proyek strategis daerah berupa pembangunan fisik Gedung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tercatat telah berhasil merampungkan 52 unit bangunan berkategori seratus persen siap pakai dari total target makro sebanyak 205 gedung di seluruh wilayah kelurahan dan desa.

Berdasarkan data monitoring lapangan hingga 9 Juni 2026, sisa unit bangunan yang belum rampung saat ini dipastikan masih terus dikebut pengerjaannya melalui pengawalan berkala. Langkah penguatan kelembagaan ini sengaja digulirkan guna mengikis ketergantungan desa terhadap pusat kota serta memotong mata rantai tengkulak yang kerap merugikan sektor hulu pertanian.

Komandan Kodim (Dandim) 0821/Lumajang, Letnan Kolonel Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menggarisbawahi bahwa kesuksesan jangka panjang agenda ini tidak boleh diklaim hanya karena berdirinya sebuah bangunan fisik baru. Esensi utama dari investasi infrastruktur ini terletak pada fungsi manajemen hilirisasi produk lokal pasca-pembangunan selesai.

“Keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak diukur dari berdirinya gedung, tetapi dari kemampuannya menjadi wadah yang dapat menggerakkan potensi ekonomi masyarakat dan memperkuat kemandirian desa,” urai Letkol Arh Anton Subhandi, Rabu (11/6/2026).

Menampung Ragam Komoditas Unggulan Desa

Letkol Arh Anton Subhandi merinci, karakteristik geografis Kabupaten Lumajang yang kaya akan sumber daya alam (SDA) melahirkan klaster usaha yang bervariasi di tiap kecamatan. Kehadiran badan usaha koperasi desa berstatus legal ini ditargetkan mampu mengorganisasikan lima klaster usaha produktif rakyat, meliputi:

  • Sektor Agraria & Perkebunan: Pengolahan gabah, kopi, hasil sayur, dan buah-buahan lokal.

  • Sektor Peternakan: Sentra susu perah kambing/sapi dan pakan ternak kolektif.

  • Sektor Perikanan Budidaya: Manajemen pasokan ikan air tawar dan pengolahan pasca-panen.

  • Sektor Perdagangan Umum: Penyediaan pupuk bersubsidi dan kebutuhan pokok murah bagi warga.

  • Sektor UMKM: Ruang pameran kerajinan tangan (handicraft) dan jajanan tradisional desa.

Sentra Inkubator Bisnis UMKM

TNI berkomitmen membantu pemerintah daerah untuk memastikan seluruh aset fisik yang telah diserahterimakan langsung diisi oleh aktivitas produktif. Gedung Kopdes Merah Putih ini difungsikan ganda sebagai inkubator bisnis, yakni tempat bertemunya para inovator muda desa untuk merumuskan ide usaha bersama (co-working space desa).

“Pembangunan fisik dapat selesai dalam waktu tertentu, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana gedung koperasi ini dapat dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas ekonomi yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat desa,” pungkas Dandim Lumajang tersebut.

Melalui pemerataan pendirian korporasi desa ini, ketahanan pangan dan ekonomi makro Lumajang diharapkan semakin kokoh dalam menghadapi dinamika inflasi nasional.

Pengelolaan keuangan yang sehat, transparan, dan akuntabel di tingkat koperasi diyakini mampu membuka ribuan lapangan kerja baru, sekaligus menjamin kesejahteraan buruh tani secara mandiri dan berkelanjutan. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *