IGID Camp 2026: Perangi Ribuan Hoaks, Diskominfo Lumajang dan Kemkomdigi Latih Warga Desa Cek Fakta
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Derasnya arus sebaran informasi di media sosial dan platform digital menuntut masyarakat untuk tidak sekadar menjadi konsumen pasif.
Di tengah kepungan ribuan isu kabar bohong (hoaks), kemampuan memverifikasi dan memilah kebenaran sebuah berita kini resmi dibidik sebagai keterampilan dasar (basic skill) yang wajib dikuasai oleh seluruh warga hingga tingkat pedesaan.
Urgensi penguatan benteng informasi digital ini menjadi ruh utama dalam pelaksanaan agenda IGID Camp Lumajang 2026. Acara kolaboratif bertajuk “Guyub Rame Jaga Info: Dari Desa untuk Indonesia” ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Republik Indonesia di Aula Nagara Bhakti BKPSDM Lumajang, Rabu (10/6/2026).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang, Mustaqim, memaparkan bahwa esensi tantangan publik di era siber telah bergeser tajam. Keberhasilan penetrasi internet yang tinggi harus diimbangi dengan kecakapan berpikir kritis agar masyarakat mampu membaca konteks berita serta melacak kredibilitas sumbernya sebelum menekan tombol bagikan (sharing).
“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kita tidak boleh kehilangan wawasan kebangsaan. Mari bersama membangun ruang digital yang sehat, beretika, dan berakhlak,” ajak Mustaqim di hadapan para peserta kamp digital.
Menjaga Kohesi Sosial dari Racun Disinformasi
Langkah proaktif penanganan hoaks dari tingkat akar rumput ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas sosial daerah. Berdasarkan data rekam jejak dari Tim AIS Kemkomdigi, ribuan isu disinformasi dan manipulasi data terus diproduksi oleh pihak tidak bertanggung jawab, yang jika dibiarkan dapat merusak kepercayaan publik serta memicu konflik horizontal di masyarakat.
Diskominfo Lumajang menekankan pentingnya menghidupkan kembali “budaya tabayun” atau verifikasi berkala sebagai gaya hidup baru di ruang siber. Masyarakat yang cerdas digital diyakini akan menjadi pilar utama dalam menyukseskan program pembangunan daerah, karena mereka mampu menyerap informasi kebijakan pemerintah secara jernih tanpa bias provokasi.
Melalui sinergi berskala nasional dalam format IGID Camp ini, Pemkab Lumajang berkomitmen menularkan virus literasi digital ini ke wilayah-wilayah kecamatan. Target jangka panjangnya adalah mencetak agen-agen tanggap informasi di tiap desa yang mampu memproduksi konten produktif, mendidik, sekaligus menjadi garda depan pemutus mata rantai penyebaran hoaks di siber Indonesia. (may)
