Pemkab Lumajang Integrasikan Nilai Agama dan Infrastruktur dalam Pembangunan

0
Pemkab Lumajang Integrasikan Nilai Agama dan Infrastruktur dalam Pembangunan

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya untuk menerapkan formula pembangunan yang seimbang antara kemajuan fisik dan penguatan spiritual.

Kebijakan daerah kini dirancang tidak hanya berorientasi pada indikator ekonomi dan infrastruktur, melainkan juga mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan sebagai pilar kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

Prinsip tersebut dipaparkan oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat menghadiri Pengajian Akbar Majelis Ta’lim Al Fatah di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Minggu (3/5/2026).

Menurut bupati yang karib disapa Bunda Indah ini, kegiatan keagamaan seperti pengajian akbar bukan sekadar ritual ibadah, melainkan ruang strategis untuk memperkokoh moral sekaligus media efektif bagi pemerintah dalam menyampaikan kebijakan publik secara persuasif.

“Pembangunan tidak hanya soal fisik dan ekonomi, tetapi juga bagaimana kita menjaga nilai-nilai keagamaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai bentuk konkret dari integrasi nilai tersebut, Pemkab Lumajang telah menggulirkan sejumlah program nyata yang menyentuh aspek sosial-keagamaan maupun kebutuhan dasar masyarakat, di antaranya:

  • Insentif Tokoh Agama: Pemberian tunjangan rutin bagi guru ngaji dan marbot masjid sebagai bentuk apresiasi atas peran vital mereka dalam membina karakter dan moralitas warga.

  • Layanan Kesehatan Inklusif: Penyediaan program operasi persalinan gratis guna menjamin hak kesehatan ibu dan anak, sekaligus memastikan kehadiran negara dalam urusan dasar warga.

  • Akselerasi Infrastruktur: Peningkatan kualitas jalan kabupaten yang tetap digenjot demi kelancaran roda perekonomian dan mobilitas logistik daerah.

Bunda Indah menggarisbawahi bahwa pemenuhan aspek material dan non-material harus berjalan beriringan. Ia meyakini bahwa kebijakan yang menyentuh sisi spiritual akan lebih mudah diterima dan didukung oleh masyarakat Lumajang yang religius.

“Kesejahteraan harus dilihat secara utuh. Tidak hanya ekonomi, tetapi juga bagaimana kita menjaga keseimbangan sosial dan nilai keagamaan,” terangnya.

Dengan pendekatan yang menyentuh akar budaya dan keyakinan lokal, pemda optimistis tingkat partisipasi masyarakat dalam program-program pembangunan akan meningkat secara signifikan.

“Ketika kebijakan dibangun dengan pendekatan yang dekat dengan nilai masyarakat, maka penerimaan dan partisipasi akan lebih kuat,” pungkasnya. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *