Lumajang Perketat Pengawasan Takjil Ramadan, Fokus pada Bahan Baku dan Kebersihan

0
Lumajang Perketat Pengawasan Takjil Ramadan, Fokus pada Bahan Baku dan Kebersihan

Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang meningkatkan pengawasan takjil selama Ramadan dengan menekankan kualitas bahan baku dan kebersihan pengolahan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pangan berbuka puasa aman dikonsumsi masyarakat.

Rabu (4/3/2026), tim Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) Lumajang bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jember memeriksa sejumlah pedagang takjil. Fokus pengawasan tidak hanya pada uji laboratorium, tetapi juga pada praktik sehari-hari pedagang dalam memilih bahan baku dan menjaga kebersihan.

Dewi Anggun Fara Dillah, Amd.Farm., Pengelola Layanan Kesehatan DinkesP2KB Lumajang, menekankan pentingnya penggunaan bahan baku yang aman dan bersertifikat. “Pedagang kami ingatkan agar selalu menggunakan bahan baku yang aman dan memiliki izin edar. Ini bukan hanya soal aturan, tetapi soal tanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat,” ujarnya saat kegiatan pengawasan berlangsung.

Bahan baku yang tidak jelas asal-usulnya berisiko mengandung zat berbahaya atau telah melewati masa simpan, sehingga menurunkan kualitas pangan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Selain itu, kebersihan pengolahan dan penyajian juga menjadi sorotan, termasuk penggunaan air bersih, peralatan higienis, serta penyimpanan makanan yang tertutup dan terlindung dari debu.

“Menjaga kebersihan adalah bentuk profesionalisme pedagang sekaligus perlindungan terhadap pembeli,” tegas Dewi. Ia menambahkan, higienitas tidak hanya terkait tampilan, tetapi penting untuk mencegah kontaminasi bakteri dan zat asing pada makanan.

Dalam kegiatan pengawasan, petugas juga memberikan pembinaan langsung kepada pedagang. Mereka dibimbing mengenai penyimpanan bahan, teknik pengolahan, dan cara menyajikan makanan yang aman. Pendekatan edukatif ini diharapkan menumbuhkan kesadaran pedagang, sehingga kepatuhan terhadap standar keamanan pangan berjalan berkelanjutan.

Momentum Ramadan, yang biasanya meningkatkan permintaan makanan siap saji, membuat pengawasan takjil menjadi krusial. DinkesP2KB Lumajang memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala, dengan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat perlindungan konsumen sekaligus mendorong profesionalisme pedagang lokal.

Dengan disiplin dalam memilih bahan baku yang aman dan praktik pengolahan higienis, pasar Ramadan di Lumajang diharapkan tetap meriah sekaligus menjadi ruang ekonomi yang sehat dan bertanggung jawab. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *