20 Pasien Ikuti Posyandu Jiwa MARKISA di Wonorejo, Puskesmas Kedungjajang Kebut Stok Obat ODGJ

0
20 Pasien Ikuti Posyandu Jiwa MARKISA di Wonorejo, Puskesmas Kedungjajang Kebut Stok Obat ODGJ

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Sebanyak 20 pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan terpadu melalui kegiatan Posyandu Jiwa MARKISA ODGJ (Mari Kita Sayangi Orang Dengan Gangguan Jiwa) di Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Jumat (18/9/2026). Program kesehatan berbasis masyarakat ini diselenggarakan untuk memastikan pemantauan kondisi fisik dan psikologis ODGJ berjalan konsisten di tingkat desa.

Layanan medis dipimpin langsung oleh tim tenaga kesehatan Puskesmas Kedungjajang, yang terdiri dari Pemegang Program Jiwa Siswo Purwono, A.Md.Kep., Dokter ISIP dr. Olga Ayu, serta Perawat Pustu Desa Wonorejo Reszeta Berliana Niltialoka, A.Md.Kep.

Para pasien menerima penanganan medis secara holistik, meliputi pemeriksaan tekanan darah, evaluasi kondisi psikologis, konseling kesehatan jiwa, hingga pendistribusian obat sesuai kebutuhan klinis pasien.

Kader Kesehatan Jiwa Desa Wonorejo, Hermiyatun Widowanti (50), menggarisbawahi pentingnya keteraturan konsumsi obat guna menjaga stabilitas kondisi emosional dan mental para pasien.

“Saat ini ada beberapa obat untuk pasien ODGJ yang sedang habis, entah itu di Puskesmas maupun di pusat. Kami sedang mengupayakan yang terbaik untuk pasien-pasien agar segera mendapatkan obat kembali,” ujar Hermiyatun.

Cegah Relaps dan Dorong Lingkungan Bebas Stigma

Hermiyatun menambahkan bahwa kepatuhan minum obat secara rutin terbukti ampuh mencegah kekambuhan (relaps) pada pasien ODGJ. Berkat pendampingan berkala dari nakes dan kader desa, mayoritas pasien di Wonorejo menunjukkan perkembangan kondisi kesehatan jiwa yang kian membaik dan stabil.

“Tanpa obat yang harus diminum rutin setiap hari, kami khawatir mereka bisa kambuh lagi. Alhamdulillah, saat ini sudah banyak pasien yang stabil karena pengobatannya teratur,” terangnya.

Posyandu Jiwa MARKISA ODGJ mengedepankan pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan peran nakes, kader kesehatan, pemerintah desa, dan keluarga pasien. Selain pengobatan medis, penanganan ODGJ membutuhkan dukungan penuh lingkungan sosial yang bebas stigma agar proses pemulihan pasien dapat berlangsung optimal.

Dampak & Poin Penting Bagi Warga:

  • Layanan Kesehatan Jiwa Dekat Warga: Memudahkan akses pemeriksaan fisik, psikologis, dan obat bagi ODGJ langsung di balai desa.

  • Upaya Pemenuhan Obat ODGJ: Kader dan Puskesmas Kedungjajang aktif berkoordinasi untuk menjamin ketersediaan stok obat pasien.

  • Mencegah Keterpaparan Kekambuhan: Pengobatan teratur terbukti menjaga stabilitas emosional dan kesehatan mental ODGJ.

  • Edukasi Bebas Stigma: Mengajak keluarga dan warga menciptakan lingkungan yang ramah serta mendukung proses pemulihan ODGJ. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *