Tabung Whip Pink Itu Apa? Ini Penjelasan Lengkap Fungsi, Risiko, dan Fakta Sebenarnya

0
Tabung Whip Pink Itu Apa? Ini Penjelasan Lengkap Fungsi, Risiko, dan Fakta Sebenarnya

Whip Pink.

Belakangan ini, pencarian “tabung Whip Pink itu apa?” meningkat tajam di Indonesia. Hal ini dipicu oleh maraknya video viral di media sosial yang memperlihatkan penggunaan tabung Whip Pink secara keliru.

Banyak orang mengira produk ini adalah barang berbahaya atau zat terlarang, padahal pada dasarnya Whip Pink merupakan alat kuliner yang legal dan umum digunakan di industri makanan.

Apa Itu Tabung Whip Pink?

Tabung Whip Pink adalah whipped cream charger, yaitu tabung logam kecil berisi gas Nitrous Oxide (N₂O) food-grade. Produk ini biasanya berwarna merah muda dan tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 8 gram hingga ratusan gram. Harga tabung kecil Whip Pink dijual mulai sekitar Rp6.500 per buah.

Gas N₂O sendiri tidak berwarna dan memiliki aroma manis ringan. Dalam dunia kuliner, gas ini digunakan sebagai pendorong (propellant) untuk membuat whipped cream menjadi mengembang, lembut, dan stabil. Produsen Whip Pink secara tegas mencantumkan peringatan bahwa produk ini hanya untuk keperluan makanan dan tidak boleh dihirup langsung.

Mengapa Tabung Whip Pink Jadi Viral?

Pertanyaan “tabung Whip Pink itu apa” mulai ramai sejak akhir 2025 hingga awal 2026, seiring munculnya tren “whipping” atau “nangs” di TikTok dan Instagram. Awalnya, Whip Pink populer di kalangan barista dan pelaku usaha kafe untuk topping kopi susu, dessert, dan es krim.

Namun, karena mudah dibeli di toko baking dan marketplace, sebagian orang menyalahgunakannya untuk mencari sensasi euforia singkat. Akses yang mudah, harga murah, serta efek cepat membuat Whip Pink disalahartikan sebagai “gas senang-senang”.

Akibatnya, BPOM dan pihak kepolisian mulai melakukan kampanye bahaya penyalahgunaan sejak Januari 2026, setelah muncul beberapa kasus pingsan massal.

Fungsi dan Cara Penggunaan yang Benar

Fungsi utama tabung Whip Pink adalah sebagai pendorong gas untuk whipped cream dispenser. Cara penggunaannya cukup sederhana: krim cair dimasukkan ke dalam botol dispenser, tabung Whip Pink dipasang, lalu dikocok sebelum disemprotkan. Gas N₂O membantu krim mengembang tanpa mengubah rasa.

Selain di kafe dan restoran, Whip Pink juga digunakan di dapur rumahan untuk membuat mousse, topping minuman, dan isian kue. Kunci keamanan penggunaan adalah tidak membuka tabung secara langsung dan selalu menggunakan alat dispenser khusus.

Risiko Penyalahgunaan yang Perlu Diwaspadai

Meski legal sebagai bahan pangan (kode E942), penyalahgunaan Whip Pink sangat berbahaya. Menghirup gas N₂O dapat menggantikan oksigen di paru-paru dan menyebabkan hipoksia, pingsan, bahkan henti jantung. Efek “high” hanya berlangsung 5–10 detik, tetapi risikonya bisa fatal.

Dalam jangka panjang, penyalahgunaan dapat merusak saraf akibat kekurangan vitamin B12, menyebabkan mati rasa, gangguan motorik, hingga lumpuh. Gas bersuhu sangat dingin juga dapat menimbulkan luka bakar di mulut dan tenggorokan. Data menunjukkan kasus terkait N₂O meningkat drastis, terutama pada remaja usia 15–25 tahun.

Kesimpulan

Jadi, tabung Whip Pink itu apa? Jawabannya adalah alat kuliner yang aman jika digunakan sesuai fungsinya, tetapi berbahaya jika disalahgunakan. Gunakan Whip Pink hanya untuk keperluan makanan, dan jangan tergoda sensasi sesaat yang bisa merusak kesehatan. Edukasi dan pengawasan tetap menjadi kunci utama. (may)

Baca juga: Iming-Iming Minyak Goreng Murah di Lumajang, Warga Diminta Waspada Penyalahgunaan KTP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *