Sekolah Hilang Disapu Semeru, Pemkab Lumajang Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah!

0
Sekolah Hilang Disapu Semeru, Pemkab Lumajang Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah!

Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya untuk menjaga akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru. Meski sejumlah sekolah rusak parah, Pemkab memastikan seluruh peserta didik tetap bisa belajar tanpa kendala.

Salah satu fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan terberat ialah SDN Supiturang 2. Bangunan sekolah tersebut hilang total akibat tersapu material guguran Semeru, membuatnya mustahil dibangun kembali di lokasi yang sama.

Sebagai respons cepat, Pemkab menerapkan kebijakan regrouping dengan memindahkan seluruh siswa ke sekolah terdekat yang masih aman. Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menegaskan bahwa pendidikan anak harus terus berjalan meski di tengah bencana.

“Kami melakukan regrouping, dan saya sudah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk memastikan tidak ada satu pun anak-anak yang tidak bersekolah. Hari ini, siswa SDN Supiturang 2 sudah mengikuti proses belajar mengajar di SDN Supiturang 1,” tegas Bunda Indah, Rabu (26/11/2025).

Keputusan untuk tidak membangun kembali SDN Supiturang 2 di lokasi semula dibuat atas pertimbangan mitigasi risiko bencana. Area tersebut masuk zona merah Semeru, sehingga dinilai tidak aman bagi aktivitas pendidikan.

Pemkab akan menambah ruang kelas dan memperkuat fasilitas di SDN Supiturang 1 agar mampu menampung seluruh siswa secara permanen.

“Ke depan, kita tidak membangun SD itu lagi di tempat yang sama karena masuk zona merah. Kita akan menambah lokal dan memperbaiki SD Supiturang 1 untuk kebutuhan regrouping. Pelaksanaannya segera dimulai sesuai kebutuhan,” jelas Bunda Indah.

Selain itu, Pemkab menjalin koordinasi erat dengan Kementerian Pendidikan untuk memastikan relokasi dan rehabilitasi fasilitas pendidikan sesuai standar penanganan pascabencana.

Upaya regrouping ini disebut menjadi bagian dari strategi pemulihan yang tidak hanya fokus pada bangunan fisik, tetapi juga menjamin hak pendidikan anak tetap terpenuhi, sekaligus memberi contoh mitigasi pendidikan berbasis keselamatan di daerah rawan bencana.

Dengan langkah ini, pemerintah menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam proses rehabilitasi sosial masyarakat terdampak Semeru. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *