Sejarah Gempa Bumi di Lumajang: Catatan dari BMKG Sejak 1821

0
Sejarah Gempa Bumi di Lumajang: Catatan dari BMKG Sejak 1821 (Edisi Terbaru)

Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memiliki rekam jejak panjang terkait aktivitas gempa bumi.

Berdasarkan Katalog Gempa Bumi Merusak 1821–2024 yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Lumajang beberapa kali mengalami guncangan dengan tingkat intensitas bervariasi—mulai dari yang ringan hingga menyebabkan kerusakan bangunan.

Berikut rangkuman catatan gempa bumi yang berdampak di Lumajang, berdasarkan urutan waktu dari yang paling lama hingga terbaru:

  • 1 Juli 1896
    Gempa dengan intensitas VI MMI mengguncang Lumajang. Beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan, terutama pada bagian dinding yang retak dan terbelah.

  • 16 November 2016
    Gempa berpusat di Pantai Selatan Jawa Timur dirasakan di Lumajang dengan intensitas III–IV MMI. Guncangan ini menyebabkan kerusakan rumah di sejumlah wilayah Jawa Timur.

  • 11 Oktober 2018
    Gempa dengan pusat di laut, 61 km timur laut Situbondo, turut dirasakan di Lumajang dengan intensitas II MMI. Meski tidak menimbulkan kerusakan, getarannya cukup terasa di beberapa kawasan.

  • 22 Oktober 2021
    Gempa berpusat di laut selatan Kepanjen, Jawa Timur, dirasakan di Lumajang dengan intensitas II–III MMI. Warga sempat merasakan guncangan ringan yang berlangsung beberapa detik.

  • 15 Desember 2021
    Guncangan dengan pusat di laut barat daya Jember dirasakan di Lumajang dengan intensitas I MMI. Gempa ini tergolong lemah dan tidak menimbulkan kerusakan.

  • 13 Agustus 2024
    Gempa dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Lumajang. Getarannya dirasakan cukup kuat, yakni II–IV MMI di Jember dan III MMI di sebagian wilayah Malang. Beberapa rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Catatan ini memperlihatkan bahwa Lumajang termasuk wilayah yang aktif secara seismik, dengan riwayat gempa bumi yang cukup panjang. Intensitas guncangan yang tercatat bervariasi dari waktu ke waktu, menandakan bahwa potensi gempa bumi di wilayah ini masih perlu diwaspadai.

BMKG mengimbau masyarakat Lumajang untuk selalu siaga menghadapi potensi gempa bumi, terutama dengan memperhatikan langkah-langkah mitigasi seperti pembangunan rumah tahan gempa, mengenali jalur evakuasi, dan memastikan kesiapan keluarga menghadapi situasi darurat.

BMKG juga terus memantau aktivitas seismik di seluruh wilayah Indonesia serta berkomitmen untuk memberikan informasi terkini dan akurat kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi risiko dan dampak bencana gempa bumi. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *