Respons Cepat Selamatkan 512 Warga Saat Banjir Lahar Dingin Terjang Sumberlangsep

0
Respons Cepat Selamatkan 512 Warga Saat Banjir Lahar Dingin Terjang Sumberlangsep

Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Banjir lahar dingin yang melanda wilayah aliran Semeru kembali menguji kesiapsiagaan warga di Candipuro, Lumajang.

Sebanyak 512 jiwa atau 138 kepala keluarga di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, terimbas langsung saat material vulkanik menerjang pemukiman pada Sabtu (6/12/2025). Meski sejumlah rumah rusak, seluruh warga berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa.

Data pemerintah mencatat 8 rumah dan 1 warung di Sumberlangsep mengalami kerusakan, sementara di Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, dua rumah terseret banjir lahar. Material lumpur juga menimbun tiga sepeda motor milik warga.

Kerusakan serupa terpantau di Dusun Sumberkajar, dengan total 15 rumah dan 1 masjid terdampak.

Selain menghantam bangunan, aliran lahar dingin sempat memutus akses ke beberapa titik pemukiman.

Hal itu dipicu peningkatan debit air di Kali Leprak dan Regoyo yang terpantau melalui seismograf Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Sawur, dengan amplitudo getaran banjir mencapai 4–40 mm.

Upaya penanganan dilakukan cepat. Pemerintah desa bersama personel TNI–Polri, BPBD, hingga relawan bergerak mengevakuasi warga, membersihkan material, dan menyiapkan kebutuhan darurat di lokasi aman.

Sekretaris Daerah Lumajang, Agus Triyono, kembali mengingatkan pentingnya disiplin kebencanaan di kawasan rawan Semeru.

“Kewaspadaan dan disiplin warga menjadi kunci. Dengan mematuhi arahan petugas dan melaporkan setiap kondisi darurat, kita bisa meminimalkan risiko dan kerugian,” tegasnya.

Selain respons lapangan, masyarakat juga terus memperkuat sistem kesiapsiagaan. Jalur evakuasi, posko darurat, dan tim relawan lokal yang dibentuk di desa-desa terdampak menjadi garda terdepan saat situasi darurat terjadi.

“Kecepatan respons semua pihak, mulai dari aparat, relawan, dan warga menjadi contoh nyata bagaimana solidaritas dan kerja sama bisa menyelamatkan nyawa,” tambah Agus.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tantangan aktivitas vulkanik Semeru masih jauh dari selesai. Namun, ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana menunjukkan kesiapan yang terus berkembang.

Pemerintah menekankan bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan komitmen bersama melalui kepedulian dan kesiapsiagaan kolektif. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *