Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Lumajang menggelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) dengan konsep layaknya pemilihan umum (pemilu) nasional.
Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa komunitas disabilitas juga memiliki pemahaman dan semangat dalam berdemokrasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Wonogriyo, Kecamatan Tekung, Minggu (16/11/2025).
Ketua Panitia Muscablub, Arifin, menjelaskan bahwa penggunaan surat suara, kotak suara, dan bilik pencoblosan bertujuan untuk memberikan pengalaman demokrasi yang sesungguhnya kepada seluruh anggota PPDI.
“Kami ingin seluruh anggota merasakan proses pemilu yang sebenarnya tertib, transparan, dan memberi ruang bagi setiap suara,” ujarnya.
Tiga kandidat, Samson, Dedi Mardiyanto, dan S. Hadi Wasito, turut meramaikan “pemilu mini” ini. Setelah proses pemungutan suara yang diikuti seluruh anggota, Dedi Mardiyanto terpilih sebagai Ketua PPDI Lumajang periode 2025–2029.
Iskhak Subagio, anggota panitia, menekankan bahwa Muscablub ini bukan hanya tentang memilih pemimpin baru, tetapi juga tentang menunjukkan kemampuan PPDI dalam mengelola proses demokrasi secara terbuka dan akuntabel.
“Kami berharap kepemimpinan baru ini membawa semangat pembaruan. Namun yang terpenting, Muscablub ini membuktikan bahwa semua anggota memiliki peran dan hak suara yang dihargai,” katanya.
Inisiatif PPDI Lumajang ini menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi inklusif dalam setiap kegiatan. Hal ini membuktikan bahwa demokrasi dapat tumbuh dari ruang-ruang kecil di masyarakat. (may)